oleh

Anies Ajak Heningkan Cipta Untuk Perdamaian Dunia di U20

JAKARTA–Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak mengheningkan cipta selama sekitar 20 detik untuk perdamaian dunia pada Pertemuan Sherpa Urban 20 (U20).

“Saya mengajak semuanya yang berpartisipasi di pertemuan Sherpa ini untuk mengheningkan cipta dan berdoa untuk perdamaian dunia,” kata Anies menutup sambutan pada pertemuan Sherpa U20 di Jakarta, Rabu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengajak para delegasi sekaligus berdoa, juga untuk perdamaian dunia.

Baca Juga:   Penolakan 59 Negara Terhadap WNI Koreksi Bagi Jokowi, bukan Anies Baswedan

“Ini menjadi pesan bagi semua, bahwa kami peduli dengan perdamaian dunia,” imbuh Anies.

Meski tidak secara spesifik, Anies menyebutkan bahwa situasi perdamaian dunia saat ini dihadapkan pada kondisi yang sulit.

Namun, aksi tiba-tiba dengan mengheningkan cipta tersebut diperkirakan mencermati situasi krisis antara Rusia dan Ukraina yang menyedot perhatian dunia.

“Ini adalah waktu di mana perdamaian di luar sana dipertanyakan, kami khawatir dengan perdamaian dunia,” ucapnya.

Baca Juga:   Habib Rizieq dan Anies Bertemu, Ini Isi Pertemuannya

Anies menjadi ketua bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Forum U20.

Forum ini dihadiri para perwakilan U20 dari 37 kota di dunia baik secara daring dan luring.

Nantinya, pada pertemuan puncak U20 Agustus 2022, akan ada komunike atau rekomendasi yang disepakati bersama terkait isu perkotaan untuk dibawa ke forum global, G20 pada Oktober 2022 di Bali.

Pertemuan Sherpa ini membahas pengalaman dan terobosan yang dilakukan U20 menyikapi enam isu prioritas, sebelum pertemuan puncak U20 Summit pada Agustus 2022.

Baca Juga:   Said Didu Dukung Kebijakan PSBB, Netizen: Langkah Anies Melebihi Presiden  

Enam isu prioritas yang dibahas dan akan diputuskan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi para pemimpin kota (wali kota/gubernur) atau U20 Summit yakni pemulihan ekonomi dan sosial.

Kedua, soal perumahan terjangkau, kemudian transisi energi terbarukan dan akses transportasi ramah lingkungan.

Isu kelima dan keenam yakni kesehatan mental dan daya tahan pandemi serta masa depan pekerjaan. (*)

Berita Lainnya