oleh

Awan Panas Kembali Meluncur 1,8 Km ke Arah Barat Daya

YOGYAKARTA – Gunung Merapi terus beraktivitas. Sepanjang Selasa (23/3/2021) terjadi guguran awan panas pada pukul 12.02 WIB.

Perkiraan jarak luncur yang teramati bisa mencapai 1800 m ke barat daya. Angin bertiup ke tenggara dalam durasi 174 detik.

Demikian disiarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Selasa (23/3/2021).

Sebelumnya, terjadi guguran awan panas pada pukul 10.54 WIB. Guguran ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 56 mm dan durasi 141 detik.

Cuaca dominan berkabut, estimasi jarak luncur ±1500 m ke arah barat daya. Angin bertiup ke tenggara.

Baca Juga:   Hujan Abu Guyur Magelang dan Temanggung, Warga Dimbau Waspada

Sabtu (20/3/2021) terjadi sejumlah guguran awan panas. Pada pukul 14.07 WIB awan panas guguran yg tercatat di seismograf dengan amplitudo 20 mm dan durasi 192 detik. Jarak luncur diperkirakan sejauh 1000 m, cuaca mendung.

Tak lama kemudian Pada pukul 14.27 WIB terjadi lagi guguran awan panas, meluncur ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur 1500 m.

Beberapa menit kemudian, pada pukul 14.58 WIB terjadi lagi guguran awan panas.Jarak tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

Baca Juga:   Semeru Luncurkan Awan Panas, Pihak PVMBG Sarankan 4 Hal

Pada pukul 15.26 WIB dengan amplitudo 15 mm dan durasi 96 detik. Jarak masih tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung.

Kemudian pada pukul 16.22 WIB, terjadi lagi guguran awan panas, disusul guguran pada pukul 16.56, jarak luncur tak teramati karena cuaca mendung.

Menjelang senja, pada pukul 17.14 WIB terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur 400 m ke arah barat daya.

Tiga menit kemudian luncuran awan panas kembali terjadi, jarak luncur 800 m masih ke arah barat daya.

Baca Juga:   Merapi Terus Beraksi, Enam Kali Luncurkan "Wedus Gembel"

Pihak BPPTKG menyatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Lontaran material vulkanik saat terjadi Erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta tetap mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. (*)

Komentar

Berita Lainnya