oleh

Rafflesia Arnoldii Sedang Mekar, Awas! Perusak Bisa Dihukum 5 Tahun

SUMBAR – Dua individu Bunga Rafflesia Arnoldii kembali mekar di hutan cagar alam (CA) Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kedua bunga tersebut berdiameter 96,1 cm dan 92,3 cm.

“Bunga langka tersebut terpantau mekar pada hari ketiga dengan diameter 96,1 cm. Sementara, di hari ke empat mekar dengan diameter 92.3 cm,” kata Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resor Bukittinggi Vera Ciko, Senin (22/2/2021).

Baca:   BNPT Pertegas Perang Melawan Korupsi

Dijelaskan, masih di bulan Februari ini, pihaknya telah menemukan tiga individu bunga langka tersebut mekar di lokasi yang sama. Saat ini, juga masih ada bonggol yang bakal mekar.

“Selama seminggu terakhir, kami sudah memantau bunga langka ini. Bunga tersebut saat ini tengah memasuki fase mekar sempurna,” ujarnya.

Bunga tersebut merupakan ikon di Batang Palupuh, sehingga tetap terjaga oleh masyarakat sekitar lokasi.

Baca:   WHO Ingatkan Jaga Mental Anda di Tengah Ekonomi Sulit

“Kami juga telah memasang plang peringatan dan pagar pembatas di sekitar bunga tersebut agar habitatnya tetap terjaga,” ujarnya lagi.

Ia juga mengingatkan, bunga langka itu dilindungi UU no 5 thn 1990 tentang konservasi hayati.

“Sanksinya jika merusak bunga tersebut, penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta, pasal 20 dan 21,” ujarnya.

Baca:   Rembang Jadi Kota Fashion dan Lasem Kota Pusaka

Rafflesia Arnoldii yang dikenal juga dengan sebutan Padma Raksasa, tumbuhan parasit obligat dengan jaringan merambat.

Bunga ini terlihat indah dan berukuran besar namun berusia pendek antara 5 sampai 7 hari. Setelah itu layu dan mati.

Bunga Rafflesia Arnoldii hidup dengan menghisap unsur anorganik dan organik.

Hewan penyerbuknya adalah lalat, yang tertarik masuk ke bagian tengah bunga karena mengeluarkan bau busuk. (M. Fadli)

Komentar

Berita Lainnya