BIMA--Kapal Duta Malino yang memuat garam tenggelam di perairan Mantau, Desa Nangawera, Kecamatan Wera, Sabtu (20/2/2021). Kapal kayu tersebut tenggelam setelah terbawa arus karena mesinnya macet.
’’Kapal tersebut memuat 400 ton garam,’’ kata Kapolsek Wera Iptu Husnain, Minggu (21/2/2021).
Kapal kayu tersebut berangkat dari pelabuhan Bima dengan tujuan Ende, NTT, sekitar pukul 04.00 WTa. Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin hingga tenggelam sekitar pukul 05.00 WITa.
’’Lima ABK selamat semua. Kerugian akibat kapal tenggelam itu sekitar Rp300 juta,’’ sebutnya.
Dia menambahkan, kapal masih terdampar sekitar belasan meter dari bibir pantai Nangawera. Sedangkan lima ABK berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari kapal dan berenang ke pantai.
Dari pengakuan para ABK, kapal yang ditumpangi tiba-tiba mati mesin. Hantaman gelombang dan terpaan angin membuat kapal hilang kendali.
’Sebelum tenggelam dan terdampar di pantai, kapal sempat terombang ambing di lautan,’’ tuturnya. (*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com











Komentar