oleh

Dihantam Gelombang, 14 Kapal Nelayan dan 136 Awak Tenggelam di Perairan Kalbar

PONTIANAK – Pihak Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Pontianak melaporkan 14 kapal nelayan tenggelam di perairan Kalimantan Barat (Kalbar), karena dampak cuaca buruk sejak Selasa (13/7) malam.

Diberitakan, setidaknya 136 anak buah kapal (ABK) hilang setelah dihantam badai di perairan Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (14/7/2021) dini hari.

Kapal-kapal tersebut tenggelam di sejumlah lokasi di perairan Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya dan perairan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Hingga Kamis (15/7/2021) pukul 18.00 WIB, dari 136 awak kapal, ditemukan selamat 80 orang. Tim masih mencari 47 orang, meninggal dunia 8 orang dan belum teridentifikasi 1 orang.

Baca:   Presiden Tegaskan Bahwa Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi

“Data sementara atau informasi yang kami terima ada sekitar 14 kapal motor nelayan yang tenggelam akibat cuaca buruk Selasa malam dan Rabu pagi,” kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi, Kamis (15/7), sebagaimana disiarkan Antara.

Yopi menyebut dari 14 kapal nelayan yang tenggelam, lima di antaranya sudah ditemukan. Sementara itu, sembilan kapal lainnya masih dalam pencarian.

Sebelumnya, Kantor SAR Pontianak telah membantu pencarian dua kapal pencari ikan, KM Bersama IV dan KM Haidan yang tenggelam Selasa (13/7) malam dan Rabu (14/7) dini hari.

Baca:   Tersangka Korupsi Balai Desa di Gunungkidul Dibekuk di Kalbar

“Kami sudah menurunkan tim pencarian dan pertolongan untuk mencari dua KM beserta anak buah kapal (ABK),” kata Yopi.

Yopi menambahkan saat ini pihaknya masih mencari masing-masing awak kapal nelayan yang tenggelam itu. Total ada 13 awak kapal yang berada di dua kapal nahas tersebut.

“KM Bersama IV tenggelam dengan tiga awak kapal di dalamnya, sedangkan KM Haidan membawa sepuluh awak kapal, semuanya masih dalam pencarian kami,” ujarnya.

Yopi mengatakan pencarian ABK kapal motor nelayan yang tenggelam di Kalimantan Barat itu dibantu nelayan setempat.

Baca:   Dua Santri Hanyut Diterjang Ombak di Pantai Karang Seke

“Fokus pencarian kami saat ini untuk menemukan masing-masing awak dua kapal tersebut,” katanya.

Untuk pencarian KM Bersama IV, pihakny memberangkatkan satu Tim Rescue Pos SAR Sintete.

Sedangkan untuk KM Haidan dilakukan pencarian oleh Tim Rescue Kantor SAR Pontianak.

Yopi mengimbau nelayan atau masyarakat yang menggunakan transportasi air agar memperhatikan kondisi cuaca saat akan berlayar.

Selain itu, mereka diminta melengkapi sarana alat bantu keselamatan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

Sumer: Antaranews.com, Kompas.tv

Komentar

Berita Lainnya