oleh

Dewan Minta Pengawasan Disnakertrans Lebih Ketat, Tindak Lanjuti Surat Dirjen Ketenagakerjaan

TANJUNG REDEB–Persoalan ketenagakerjaan saat ini masih menjadi perhatian publik. Selama masa pandemi Covid-19, perusahaan diimbau tidak merekrut tenaga kerja dari luar daerah. Hal ini juga sesuai edaran Dirjen Ketenagakerjaan. DPRD Berau juga mengingatkan kepada seluruh perusahaan agar memperhatikan hal tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Berau Sa’ga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) diharapkan mampu menerapkan sistem pengawasan yang lebih ketat, terhadap rekrutmen tenaga kerja terlebih oleh perusahaan yang mengambil tenaga kerja lepas dari luar Berau. Disnakertrans perlu melakukan pendataan lengkap mengenai masuk dan keluarnya tenaga kerja melalui pemantauan atau pendataan secara berkala.

Baca:   Tingkat Kematian Capai 96 Orang, Pjs Gubernur Kepri Kaget Pemko Batam Tak Punya PCR

“Jika perlu tiga bulan sekali, agar didapat data valid mengenai jumlah karyawan yang ada di salah satu perusahaan, kalau perlu juga diketahui persentasenya berapa dari lokal berapa dari luar,” ungkap Politisi PPP ini.

Imbauan Dirjen tersebut merupakan bagian dari upaya menekan atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu, menyerap tenaga kerja baik non skill maupun skill khusus lokal menjadi opsi utama. “Ini juga sejalan dengan keinginan calon-calon tenaga kerja lokal pastinya,” sambung Sa’ga.

Kepala Disnakertrans Berau Junaidi mengakui saat ini ada edaran dari Dirjen mengenai imbauan untuk tidak merekrut tenaga kerja dari luar. “Kami tindaklanjuti dengan bersurat ke perusahaan-perusahaan, surat itu terkait dengan pembatasan rekrutmen tenaga kerja dari luar,” jelasnya.

Baca:   Covid-19 di Lapas Pekanbaru Tak Terkendali, 357 Napi Terpapar

Surat tersebut diedarkan kepada perusahaan pertambangan dan perusahaan kelapa sawit dan beberapa perusahaan lainnya. Ia menjelaskan, surat tersebut sebenarnya sudah lama disampaikan bahkan sejak awal pandemi. Namun sampai saat ini pengawasan tetap dilakukan untuk melihat sejauh mana efektivitas imbauan tersebut dilaksanakan perusahaan.

“Kita paham pemerintah pusat menerapkan kebijakan ini semata untuk menekan penyebaran covid-19, apalagi masih ada tenaga kerja lokal yang bisa diberdayakan, dengan berbagai skill juga saya rasa banyaklah yang dibutuhkan perusahaan yang bisa diserap sementara ini,” jelasnya.

Baca:   Pasar Dadakan Wanakersa Menebus Rindu Penikmat Makanan Jadul

Saat ini ada banyak tenaga kerja dari luar Berau yang diserap perusahaan pertambangan dan perusahaan kelapa sawit. Selama pandemi memang ada banyak karyawan khususnya pertambangan yang dirumahkan dengan alasan efisiensi.

Baik tenaga kerja lokal maupun dari luar. Sehingga jika satu perusahaan ingin kembali menambah tenaga kerja karena merasa finansial perusahaan mulai membaik, maka disarankan mengutamakan menyerap tenaga kerja lokal. (as/nin)

Komentar

Berita Lainnya