SUMBA– Era digitalisasi terus tumbuh dan menjadi kebiasaan dan kebutuhan strategis manusia modern.
Hampir semua sektor dalam kehidupan saat ini tidak terlepas dengan dunia digital.
Generasi muda khususnya pelajar sebagai pewaris masa depan, sudah sangat familier dengan berbagai platform digital.
Hanya saja dalam mengakses berbagai platform digital perlu adanya pendampingan lebih khusus kepada generasi muda agar pemanfaatannya lebih mengarah kepada hal yang positif.
Menyadari akan hal ini, Kamutar Telu Indonesia (KTI), menginisiasi gerakan terpadu pemanfaatan dan pendekatan digitalisasi bagi Siswa SMA dan SMK di Sumbawa Barat.
”Digitalisasi ini bisa menimbulkan efek positif bagi generasi muda, bahkan sebaliknya sisi negatif sangat rentan pengaruhnya, tinggal sekarang bagaimana kita arahkan, karena itu kami dari KTI menginisiasi program Digitalisasi bagi pelajar kedepan agar dapat manfaatkan ke hal positif melalui berbagai program terpadu yang telah kami siapkan,” ungkap Gusti, S Sos Sekretaris Jendral KTI dalam diskusi terbatas dengan KMCNews media grup Siberindo, Minggu (23/1/22).
Dikatakan Gusti, pihaknya telah bersilaturrahmi dengan beberapa sekolah yang nantinya siap bersinergi dengan KTI, dan pihak Sekolah cukup antusias dengan ide yang direncanakan KTI.
Program digitalisasi bagi pelajar ini penting, dijelaskan lebih jauh oleh Gusti, mengingat hampir semua pelajar yang ada sangat berhubungan erat dengan gadget smartphone sebagai akses utama digital saat ini.
”Kekhawatiran kita bersama jangan sampai sisi negatif Gadget menjadi prioritas utama generasi muda, fakta di lapangan kami menemukan platform judi online misalnya sangat rentan dan membuat pelajar setelah tamat bisa kegandrungan karena promosinya di satu sisi sangat masif ditemukan,” katanya.
Masalah ini tidak bisa disalahkan siapa-siapa, menurut Gusti, ini dikarenakan skill digital yang lebih khusus skill positif yang justru menghasilkan minim pemberdayaan, menurutnya itu yang perlu sentuhan.
”Generasi muda kita dihadapkan dengan hal menggiurkan dan mudah meski efeknya sangat beresiko buruk,namun disisi lain kita tidak punya cara produktif memberdayakan dan memberi contoh efek digital yang menghasilkan,” imbuhnya.
Dengan program yang akan diinisiasi KTI ini, menurut Gusti, diharapkan setelahnya nanti muncul komunitas-komunitas digital di Sumbawa Barat secara khusus dan diharapkan akan terjadi kolaborasi di antara SDM yang ada.
”Untuk tahap awal nanti kita akan coba buat pemetaan dalam skala kecil terlebih dahulu, mana diantara pelajar yang gemar digitalisasi dalam hal konten kreator, programer, desain grafis, kameramen, internet marketer, gamer, writing, influencer, dll, setelah kita tahu potensi dan minatnya nanti kita bisa arahkan dan kolaborasi satu sama lain, sehingga kedepan mereka bisa produktif,” demikian jelas Gusti.(K2)










