BATAM–Saat ini ada dua pekerja migran Indonesia (PMI) atau yang biasa disebut tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga terkena Omicron.
“Sabtu kemarin ada dua PMI probable Omicron. Keduanya masih dalam perawatan di RSKI. Saat ini tidak ada penambahan,” ucap sumber Elzanews.com, grup Siberindo di RSKI.
Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pintu perlintasan Provinsi Kepulauan Riau Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu meminta semua pekerja nigran yang datang dari luar negeri agar tidak khawatir dalam mengikuti aturan karantina pemerintah.
“Pulang ke Indonesia mesti mengikuti prosedur. PMI tidak perlu merasa cemas ataupun khawatir dalam mengikuti kebijakan tersebut karena pemerintah sudah menyiapkan fasilitas untuk karantina. Bahkan, pemerintah sudah menambah titik-titik lokasi untuk menjalani masa karantina itu,” tutur Jimmy.
Sementara itu data Satuan Tugas Khusus PMI (21/1/2022) wilayah Provinsi Kepulauan Riau Kapenrem 033/WP Mayor Inf Reza menjelaskan, PMI yang saat ini menjalani karantina baik dari fasilitas pemerintah maupun karantina mandiri totalnya ada 1.071 orang.
Lokasi Karantina
Lokasi Karantina, masing-masing di Rusun Pemkot Batam Tanjunguncang sebanyak 261 orang. Ada juga di Rusun BP Batam Tanjunguncang 71 orang. Serta di Rusun Pemkot Putra Jaya Nihil, dan Asrama Haji 396 orang.
Sedangkan yang melaksanakan karantina mandiri di Hotel ada 270 orang dan di Shelter P4TKI Batam Kota ada 29 orang.
“Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Batam saat ini ada 44 orang. Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya mengalami penurunan dibanding data sebelumnya. Kami Satgas akan tetap merawat dan tetap melakukan pelayanan terhadap mereka yang sakit. Yang penting adalah bagaimana varian baru dari virus tersebut tidak bertransmisi. Kita berhasil mengunci dan menjaganya di pintu kedatangan,” kata Reza.
Ketua Satgassus Brigjen TNI Jimmy akan terus berupaya mencegah penularan Covid-19 pada masyarakat dengan lebih menggencarkan tes baik melalui whole genome sequencing (WGS) maupun S-gene target failure (SGTF) untuk melakukan skrining.
Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di setiap pintu masuk kedatangan pelabuhan.
Oleh sebab itu, kepada semua pelaku perjalanan diminta menaati peraturan yang berlaku, sekaligus menjalankan protokol kesehatan dengan lebih disiplin lagi.
“Ini tugas kita bersama. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan imbauan kepada pelaku perjalanan untuk tetap mengikuti prosedur ini,” tegas Reza. (*/arl-Elzanews)










