BANGKA SELATAN – Seorang warga Bangka Selatan diperiksa polisi terkait unggahannya di facebook. Obie Ardi (32) diperiksa di Sub Direktorat Siber Kepolisian Daerah Bangka Belitung, Kamis (21/1/2011)
Pemanggilan itu pun diunggah di dinding facebook-nya Jumat (22/1/2021). Ia menyatakan telah dipanggil polisi, dimintai keterangan selama kurang lebih enam jam.
Pemanggilan itu berkenaan dengan unggahannya di facebook terkait Covid-19, yang menyatakan virus itu tidak ada.
Sebelumnya, dr Rudi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bangka Selatan menyesalkan Isi Postingan akun Facebook Obie Ardi yang menyebutkan virus Corona adalah sebuah kebohongan yang di unggah pada Kamis (21/01/2021).
Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut dilampirkan surat, meminta pemerintah menghentikan kebohongan terkait virus Corona yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo.
Kemudian, surat pernyataan siap jadi kelinci percobaan untuk membuktikan bahwa virus Corona itu tidak ada, tidak berbahaya dan tidak menular.
Postingan tersebut kata dr Rudi sangat melukai tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menanggulangi Covid-19.
“Bayangkan bagaimana perasaan kawan-kawan tenaga medis yang berjuang di garda terdepan membaca postingan tersebut,” kata dia, Kamis (21/01/2021) seperti dikutip dari Baselpos.com, media group Siberindo.co.
Dia menambahkan, tak hanya terpapar, banyak juga tenaga medis yang meninggal, berkenaan dengan kasus dan pasien yang mereka tangani.
Menurut dia, secara medis kebenaran adanya virus Corona sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium.
Pemerintah sudah menetapkan serangan virus ini sebagai abah yang harus ditanggulangi secara bersama.
Hasil uji Laboratoriumnya sudah jelas, baik oleh WHO maupun oleh Kementerian Kesehatan.
“Kami tidak tau dari mana kajian medis yang dimiliki Obie sehingga dia menyebut virus ini sebuah kebohongan, tidak berbahaya dan tidak menular. Kasihan masyarakat kalau sampai terpengaruh, bisa-bisa jadi korban selanjutnya,” ucapnya.
Dia juga telah menyampaikan postingan akun Facebook Obie Ardi tersebut kepada IDI Bangka Belitung.
“Jangan sampai postingan ini membuat keresahan dan mengganggu upaya Pemerintah dalam menanggulangi wabah ini salah satunya dengan vaksin yang mulai di distribusikan ke tenaga medis dan masyarakat,” ucapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Erwin Amadi yang baru saja sembuh dari Covid 19 juga menyayangkan Postingan tersebut.
Menurutnya, dia sudah membuktikan sendiri bahwa virus Corona itu ada dan hampir merenggut nyawanya jika terlambat mendapat pertolongan dari Tim medis.
“Saya sangat menyayangkan pernyataan Obie Ardi di akun facebooknya, saya harap masyarakat tidak percaya postingan tersebut. Saya sudah merasakan sendiri bahwa virus Corona itu ada meskipun tak terlihat,” ujarnya, Kamis (21/01/2021).
Dari penelusuran terhadap akun facebook atas nama Obie Ardi, Sabtu (23/1/2921) postingan yang dimaksud tidak tampak.
Unggahan terakhirnya, hari Jumat berupa narasi panjang tanpa paragraf, tentang pemeriksaan oleh polisi dan perjuangannya melawan apa yang disebutnya isu covid-19. (*)











Komentar