oleh

Gus Yaqut Diyakini Bakal Head to Head dengan FPI

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama (Menag) menggantikan Fachrul Razi. 

Bagi pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno penunjukan Gus Yaqut sebagai Menag menjadi paling menarik. Hal ini karena latar belakangnya sebagai GP Ansor.

“Ini akan menjadi head to head menteri agama versus FPI,” kata Adi melalui pesan singkatnya, Selasa (22/12).

Baca Juga:   PDIP: Tidak Ada Relevansinya Ganti Nadiem Makarim dari Mendikbud

Dalam rekam jejaknya, Gus Yaqut dikenal memiliki hubungan tidak harmonis dengan kelompok organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI).

Salah satunya adalah terkait kasus pembakaran bendera berkalimat Tauhid yang sebenarnya adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut.

Wakil Ketua Umum DPP FPI Jafar Shodiq dalam audiensi dengan pihak Kemenko Polhukam dalam Aksi Bela Tauhid. Pihaknya meminta Ketum GP Ansor Yahya Cholil Qoumas diadili.

Baca Juga:   Prambanan dan Borobudur Jadi Pusat Ibadah, Menag: Pastikan Sesuai Kebutuhan Umat

“Yang pasti, apa yang kita sampaikan, pertama, Yaqut harus diadili pimpinan Banser; yang kedua, pimpinan Ansor,” kata Jafar di mobil komando, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018) lalu.

Terkait kasus pembakaran bendera ini, Yaqut telah menyatakan yang dibakar oleh oknum anggotanya di Garut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan pemerintah.

Baca Juga:   Menag Akan Panggil Wali Kota Cilegon Untuk Dapatkan Solusi Pendirian Gereja

Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan hal serupa dengan acuan pengakuan Uus Sukmana si pembawa bendera, yang menyatakan memang membawa bendera HTI.

Gus Yaqut juga mempersilakan FPI untuk melaporkannya.

Tak sampai di situ saja, Gus Yaqut juga sempat mengomentari kepulangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang hendak pulang ke Indonesia.

Dia menilai Habib Rizieq tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan revolusi. (sam)

Komentar

Berita Lainnya