oleh

Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata Empat Hari

Sejumlah orang meletakkan bunga di atas mayat anak-anak yang dikafani secara simbolis di Lapangan Palestina, Teheran, Iran, Senin (13/11/2023). (Reuters)

YERUSALEM – Pemerintah Israel pada Rabu memutuskan mendukung kesepakatan dengan kelompok Hamas untuk membebaskan 50 perempuan dan anak-anak yang disandera di Gaza dengan imbalan gencatan senjata selama empat hari.

Pernyataan Kantor PM Israel Benjamin Netanyahu itu berbalas dengan pernyataan Hamas pada hari yang sama yang menyebut Israel juga sepakat membebaskan 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Kesepakatan gencatan senjata itu membuat ratusan truk bantuan kemanusiaan, medis, dan bahan bakar boleh memasuki seluruh wilayah Jalur Gaza.

Para pejabat Qatar yang menengahi perundingan itu dan Amerika Serikat, Israel serta Hamas selama berhari-hari menyatakan kesepakatan segera dicapai.

Perjanjian tersebut akan menjadi gencatan senjata pertama dalam perang di mana bombardemen Israel telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.

Bombardemen itu menewaskan 13.300 warga sipil di daerah kantong kecil berpenduduk padat dan menyebabkan sekitar dua pertiga 2,3 juta penduduknya kehilangan tempat tinggal, kata otoritas Gaza.

Netanyahu pada Selasa menggelar rapat bersama kabinet perangnya dan kabinet keamanan nasional yang lebih luas mengenai kesepakatan tersebut.

Hamas diyakini menyandera lebih dari 200 orang, yang diambil ketika mereka  menyerbu Israel pada 7 Oktober yang diklaim Israel telah menewaskan 1.200 warganya.

Menjelang perjanjian itu diumumkan, Netanyahu mengatakan intervensi Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah membantu mewujudkan perjanjian tersebut sehingga mencakup sandera yang lebih bayak namun konsesi yang lebih sedikit.

Tetapi Netanyahu mengatakan garis besar misi Israel tak berubah.

“Kita sedang berperang dan kita akan melanjutkan perang sampai kita mencapai semua tujuan kita. Demi menghancurkan Hamas, memulangkan semua sandera kita, dan memastikan tak ada entitas di Gaza yang boleh mengancam Israel,” kata dia dalam rapat kabinet itu.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang mendapat penjelasan mengenai diskusi itu mengatakan sebelum kesepakatan dicapai, perjanjian itu akan meliputi pertukaran 150 tahanan Palestina.

Jeda ini juga akan membuat bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza. (*)

Berita Lainnya