oleh

Walikota Medan Janji kepada Gubsu Akan Evaluasi KCW

MEDAN – Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution kepada Gubsu Edy Rahmayadi mengakui telah terjadi kerumunan masyarakat di Kesawan City Walk (KCW) pada Sabtu (17/4/2021) malam.

Hal itu dikemukakan Wali Kota di hadapan Gubsu Edy Rahmayadi pada rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro bersama delapan pemerintah kabupaten/kota di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan pada Rabu (20/4/2021).

Kesawan City Walk merupakan destinasi wisata kota tua yang disulap sebagai pusat kuliner dan budaya di era kepemimpinan Bobby-Aulai Rachman.

“Sabtu kemarin Dinas Kebudayaan Pariwisata membuat pagelaran sederhana di sana. Rupanya masyarakat banyak yang hadir. Ini jadi pelajaran untuk tidak buat pagelaran seni lagi di sana,” ungkap Bobby.

Maka, ke depannya pihaknya akan mengevaluasi seluruh kegiatan di Kesawan City Walk. Agar kejadian serupa tidak kembali terulang kembali.

Baca Juga:   Hadapi Tantangan Bonus Demografi, Gubsu Ajak PTS Siapkan SDM Unggul

Termasuk mengatur ulang jarak antar pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.

“Karena pagelaran seni yang berlangsung simpel justru menimbulkan kerumunan. Maka ini akan jadi koreksi dan tidak diadakan lagi. Dan jarak antar satu pelaku UMKM kita perjauh lagi, hampir 10 meter. Di Ahmad Yani yang tidak digunakan, kita gunakan lagi, biar mengurai,” jelas menantu Presiden Joko Widodo itu.

Terkait jam operasional, Bobby mengaku sedikit melonggarkan dibandingkan dari kebijakan PPKM Mikro yang telah ditetapkan oleh Gubernur Sumut.

Lantaran, pihaknya telah menyiagakan sejumlah petugas yang dilengkapi dengan sejumlah peralatan pendukung, untuk mengingatkan para pengunjung agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, seluruh pedagang telah menjalani vaksinasi. Dan ada 10 titik akses keluar masuk menuju Kesawan City Walk agar masyarakat yang datang tidak menumpuk pada satu titik.

“Karena daerah Kesawan itu kita buat khusus, kita perketat. Aparat kita di sana banyak yang turun, mulai dari kesehatan, Satpol PP, pariwisata itu turun semua di situ,” ucapnya.

Baca Juga:   Tingkatkan Pertanian, Gubsu Serahkan 4 Power Thresher Multi Guna ke Poktan

“Inilah yang kami perpanjang, tadi seperti yang disampaikan pak gubernur, nasional itu jam 9, kita di sumut diperpanjang satu jam karena jam kita berbuka puasa dan Salat Tarawih berbeda dibadingkan di Jawa. Sama di Pemko Medan, saya perpanjang sedikit lagi dari pak gubernur karena pengawasannya di Kesawan kita masifkan. Bahkan infrastrukturnya kita lengkapi, ada sepeda, skuter bahkan pengeras suara untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun,” pungkasnya.

Delapan daerah yang rapat tersebut, yakni Medan, Deliserdang, Langkat, Binjai, Pematangsiantar, Simalungun, Karo, dan Dairi.

Gubernur Edy dalam kesempatan itu mengingatkan kepada bupati/wali kota maupun perwakilan kepala daerah yang hadir untuk tetap tegas menerapkan protokol kesehatan di masyarakat.

“Dari pemantauan hasil statistik, bahwa kondisi kita menurun. Tapi belum bisa menyelesaikan masalah, karena kita lihat masih ada sempat naik dalam minggu ini, turun lagi. Ini menjadi perhatian seluruh masyarakat kita, masyarakat Sumut ikutin benar-benar petunjuk protokol kesehatan. Sehingga benar-benar bisa kita tekan covid-19,” ungkap Edy.

Baca Juga:   Kunjungi Nias, Gubsu Dorong Kepala Daerah Percepat Vaksinasi Covid-19

Terkait masih banyaknya masyarakat yang melanggar PPKM Mikro, Edy menegaskan ke depan tidak ada lagi kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan UMKM yang tetap buka melewati pukul 22.00 WIB.

Ia berjanji akan mulai menindak tegas bagi pelanggar yang tidak mematuhi aturan tersebut.

“Saya akan tindak tegas, saya sudah keluarkan aturan, sesuai Inpres dan dipertegas oleh Mendagri, saya tindaklanjuti kepada kabupaten/kota, harus mantaati jam 22.00 WIB, pada kegiatan-kegiatan UMKM, bukan kegiatan lain. UMKM silakan berkegiatan, tapi batas jam 10 malam, dengan penerapan prokes secara ketat,” tegasnya. (A-05/intipos)

Komentar

Berita Lainnya