JAKARTA–Puluhan warga dari Tasikmalaya nekat berjalan kaki dari Tasik Selatan menuju Istana Negara selama 11 hari dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Japati for Jokowi: Selamatkan Presiden dan Wakil Presiden, Benahi Kabibet Indonesia, Maju atau Mundur’ dan membawa bendera Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia, Selasa, (21/12/2021)
Satriana Ilham selaku Komandan Barisan Pelopor Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia menyampaikan, longmarch dimulai dari Pantai Pangkalan Cikalong, Tasikmalaya Selatan dan saat ini tiba di jakarta untuk bertemu dengan Presiden.
“Kedua, evaluasi Menko Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Industri, Mentri ESDM, Menteri Ketenegakerjaan, Menteri Agraria dan Tataruang dan KLHK, Polri, TNI yang melakukan pembiaran terhadap tambang-tambang ilegal dan banyaknya praktik penggundulan hutan dan perusakan lingkungan.
“Ketiga, evaluasi Menteri Dikbud Nadiem Makarim, Menteri-mentri Keuangan dan Menteri Kominfo, Kemenparekraf, Mendargi, serta Menag.
“Keempat, evaluasi Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan HAM, dan Menkopolhukam.
“Kelima, perkuat sinergitas TNI dan Polri serta batasi jewenanganya di ruang-ruang sipil. Benahi internal TNI dan internal Polri yang diindikasikan banyak persaingan antar gerbong yang membawa kepentingan sendiri-sendiri,” tegasnya.
“Kalau sudah begini hanya ada dua pilihan dari kami yaitu segera benahi nenteri-menteri yang berkinerja rendah. Kalau perlu ganti saja atau mundur secara terhormat,” katanya.
Massa aksi akan terus bertahan walaupun harus berhari-hari dan menunggu disambut baik oleh Presiden.
“Jujur saja harapan kami bisa disambut baik oleh Pak Jokowi, karena maksud kami pun baik, dan sudah seharusnya pemimpin itu menyambut rakyatnya. Apalagi ini kami berjalan kaki dari Tasik selama 11 hari, hanya untuk menemui Pak Jokowi, maka kami akan menunggu di Jakarta sampai Pak Jokowi mau menemui kami”. (rls-sinjabar)










