oleh

Semua Tempat Wisata di NTB Ditutup, Lebaran Topat Tanpa Kumpulan Massa

MATARAM – Pemerintah provinsi NTB termasuk kabupaten/kota akhirnya menutup pintu masuk objek wisata. Lebih khusus di Pulau Lombok, terkait Lebaran Topat.

Lebaran topat adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan masyarakat Sasak di Lombok seminggu setelah Idul Fitri.

Awalnya, masing-masing kabupaten/kota sempat membuka, namun terhitung Kamis (20/5/2021) semua ditutup.

Di Kota Mataram, tanggal 20 Mei 2021, destinasi wisata ditutup. Penutupan sementara ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menegaskan, masyarakat dilarang berkunjung ke destinasi wisata di Mataram.

Seluruh tempat wisata akan dijaga dan diawasi ketat petugas di lapangan. “Kalau tempat wisata sudah ditutup,” tegas dia, kemarin.

Surat edaran (SE) Wali Kota Mataram Nomor 443/ /DISPAR/V/2021 tentang pencegahan Covid-19 pada tempat wisata/hiburan diterbitkan 10 Mei.

Baca Juga:   Update Covid-19:Pasien Sembuh Lebih Banyak Ketimbang Kasus Positif Baru

Dalam edaran itu ada empat poin diatur. Pertama, melakukan penutupan sementara seluruh tempat wisata.

Kedua, penutupan sementara terhitung mulai 12-20 Mei. Ketiga, penutupan sementara tempat wisata/hiburan diminta dilaksanakan sebaik-baiknya.

Terakhir, guna kelancaran dan efektifitas penegakan kebijakan tersebut, penjagaan dan pengawasan pada area wisata dilaksanakan oleh tim gugus tugas pencegahan Covid-19.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor menyampaikan hal yang sama.

Rapat koordinasi (rakor) terkait pengamanan perayaan lebaran topat telah digelar di Mapolresta Mataram, Selasa (18/5/2021).

Hasil rakor di antaranya perayaan lebaran topat di Mataram dilaksanakan tanpa ada pengumpulan massa/warga.

Baca Juga:   Shah Rukh Khan Jumpa Penggemar Saat Lebaran

Objek wisata ditutup mulai 20-23 Mei 2021. Tempat wisata yang ditutup antara lain Pantai Gading, Mapak Indah, Senja, Tanjung Karang, Selingkuh, dan Loang Baloq.

Di wilayah Ampenan yaitu Pantai Boom eks pelabuhan, Penghulu Agung, Muara Meninting, dan Makam Bintaro.

Di Mataram yaitu Kura-Kura Water Park. Di wilayah Cakranegara dan Sandubaya masing-masing Taman Mayura, Taman Selagalas dan Kolam Renang Cantika.

“Tempat wisata itu yang akan kami jaga. Pengamanan dan pengawasan dilakukan. Pintu dijaga dan dipasangi pemberitauan bahwa objek wisata ditutup sementara,” kata Mahfuddin.

Selain itu, petugas juga akan berjaga di beberapa posko cek point yang ada di Gerimak, Dasan Cermen, dan Tembolak.

Warga yang akan memasuki wilayah Kota Mataram akan dilakukan cek GeNose Covid-19 di salah satu pos pemeriksaan.

Baca Juga:   Menag: Perceraian Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko, mengaku pihaknya melibatkan semua unsur di Kecamatan Batulayar dalam pengamanan.

“Pesan ini harus tersampaikan kepada masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya, Rabu (19/5).

Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

“Perkembangan Covid-19 di Lombok Barat tidak sesederhana yang kita pikirkan. Angka Covid-19 di Kecamatan Batulayar mencapai 138 kasus,” katanya.

Dari 138 kasus yang terjadi di Batulayar, angka kematian mencapai 7,2 persen, ini melebihi angka kematian nasional.

Antisipasi pengamanan penutupan objek wisata juga dilakukan di kawasan Sekotong. Demikian pula di tempat-tempat lain di NTB. (zak/wen/jay)

Komentar

Berita Lainnya