“Bagian mesin juga saya cek, sebelum diserahkan pada penyewa kondisi mesin mobil harus prima dan siap jalan jauh,” ungkapnya sambil menunjuk mesin mobilnya.
Demikian dengan Muhammad Gunawan yang berprofesi sebagai Chief Operation Officer (COO) Kalla Transport & Logistics, yang beradaptasi pada kondisi pandemi dengan mengubah pola distribusi dealer. Saat ini ia menggunakan metode satu muatan satu penanganan.
“Dulu kan beda-beda pintu. Lain yang tangani shipment, lain car carrier, dan lain yard-nya. Nah, sekarang kami memiliki semua itu,” jelasnya.
Irwan jafar yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia wilayah (Asperkindo) Sulsel, mengatakan penyewaan mobil ada dua opsi, menggunakan driver dan lepas kunci.
Selama pandemi, menggunakan driver, mobil diberikan sekat atau pembatas di bagian belakang sopir. Kalau lepas kunci, pihaknya tetap meminta penyewa patuh pada protokol kesehatan atau menyediakan masker di mobil.
Ia menambahkan mobil berkapasitas besar seperti mobil pariwisata memang wajib ada sekat plastik. Setiap mobil-mobil baik yang memakai driver maupun lepas kunci atau disewakan tanpa driver, disiapkan handsanitizer dan beberapa masker gratis.
“Di dalam mobil juga disediakan semprotan disinfektan yang kaleng, jadi sewaktu-waktu penyewa merasa mobilnya perlu disterilkan, mereka boleh menggunakan kapan saja,” tutur pria yang juga pemilik jasa rental mobil CV Jasa Saudagar Masjid Raya.(asr)











Komentar