BREBES – Polisi menangkap seorang ibu bernama Kunti Utami (35) warga Dusun Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah.
Perempuan ini tega menganiaya tiga anaknya, hingga satu di antaranya meninggal dan dua lainnya dilarikan ke rumah sakit karena luka sayatan, Minggu (20/3/2022).
Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Syuaib Abdullah menyebut, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengungkap motifnya.
“Kami masih dalam proses penyelidikan. Motif pelaku masih kami dalami, tapi memang dalam hal ini pelaku ada dugaan depresi,” ujar AKP Syuaib, Minggu (20/3/2022).
“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut apa benar pelaku depresi atau gangguan kejiwaan. Ya nanti kita periksakan kejiwaan pelaku,” katanya.
Kapolsek Tonjong AKP M Yusuf memaparkan peristiwa itu diketahui pertama oleh Hamidah bibi pelaku.
Dua korban yang selamat KSZ (10) dan E (5) mengalami luka sayatan parah dan dirujuk ke RSUD Margono untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sementara, jenazah ARK (7) dimakamkan di TPU Dukuh Sokawera, Desa Tonjong.
Dari keterangan saksi mata, Hamidah (52), bibi pelaku, ia mendengar teriakan dari sebuah kamar rumah Kunti.
Hamidah kemudian berusaha membuka pintu kamar yang dalam kondisi terkunci. Karena panik, Hamidah berteriak minta tolong.
Tidak lama, warga lain bernama Irwan (46) datang karena mendengar teriakan Hamidah. Keduanya berusaha membuka paksa pintu itu.
“Saat pintu dibuka, anak yang bernama ARK sudah meninggal dunia. Ada luka sayat di leher. Sedangkan dua bocah lainnya, KSZ (10) dan E (4,5) mengalami luka parah,” kata AKP Yusuf, Senin (21/3/2022).
Masih berdasarkan keterangan Hamidah, tubuh dua bocah yang selamat dipenuhi luka sayat.
Keduanya kemudian dilarikan ke Puskesmas Tonjong dan dirujuk ke RSU Siti Aminah Bumiayu guna mendapatkan perawatan.
Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Syuaib Abdullah masih mendalami kasus ini untuk mengungkap motifnya.
“Pelaku sudah kami amankan. Ini masih diproses. Tentang bagaimana dia menghabisi anaknya, masih didalami. Barang bukti yang diamankan cutter,” kata Syuaib.
Sementara itu, viral di Tiktok @randomlahpokonya video ibu tersebut tengah berbicara. Diduga ibu tersebut sedang berada di dalam tahanan.
Dalam video yang beredar Seni (21/3/2022) ibu itu mengatakan, “saya hanya ingin bertobat, sebelum saya mati,” katanya.
“Saya cuman mau menyelamatkan anak-anak biar gak dibentak-bentak,” ujarnya.
Ketika mengungkapkan hal tersebut, pria diduga yang merekam video menanyakan, “Caranya gimana?”
Dijawab, “Mending mati aja, gak perlu ngerasain sedih.”
“Tapi sekarang sedih sekali, sakit lagi, gimana?”
“Harus mati biar gak sakit, kaya saya dari kecil. Gak ada yang tau saya memendam puluhan tahun,” katanya.
Dalam video terlihat ekspresi kesedihan Kunti Utama, awalnya dia terlihat tersenyum, mengaku tidak gila.
Kemudian, raut.wajahnya berubah menjadi sedih saat mengatakan membunuh anaknya untuk menyelematkan mereka. (*/Siberidno.co)
– dari berbagai sumber








