oleh

Dubes RI untuk Tunisia Ziarahi Zawiyah Imam Abul Hasan al-Syadzili

TUNIS – Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, melakukan ziarah ke zawiyah Imam Abul Hasan al-Syadzili di kota Tunis.

“Zawiyah Imam Abul Hasan al-Syadzili merupakan tempat historis, menandai perjalanan spiritual tokoh sufi besar itu,” tulis Zuhairi di akun facebooknya, Senin (21/2/2022)

Imam Abul Hasan al-Syadzili adalah wali tersohor, imam para pengikut tarekat sufi, al-Syadziliah.

Di Indonesia, para pengikut tarekat sufi jumlahnya sangat besar, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Di kota Tunis inilah, menurut Zuhairi, Imam Abul Hasan mendalami perjalanan spiritualnya, sehingga ia menjadi wali besar bagi umat Islam di seantero dunia.

Baca Juga:   Lantik PCIM Tunisia, Dubes RI Bilang Jasa Muhammadiyah Luar Biasa

“Sebab itu, saya melakukan ziarah ke Zawiyah Imam Abul Hasan al-Syadzili, menyelami petualangan spiritual sosok sufi besar abad ke-12 itu,” ujar sosok lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, ini.

Ia menambahkan,  jasa Imam Abul Hasan al-Syadzili sangatlah besar bagi umat Islam di Tanah Air.

Karena, mampu membangun keberagamaan yang di dalamnya membangun spiritualitas, yang pada akhirnya membentuk moderasi dalam beragama.

Umat Islam pada masa kini sangat beruntung, karena melalui tarekat al-Syadziliah, keberagaman kalangan Sunni penuh dengan ajaran cinta.

Baca Juga:   Dubes Sulis Ingin Kerja Sama Indonesia - Korea Selatan Terus Meningkat

“Inti dari ajaran Imam Abul Hasan al-Syadzili adalah cinta. Yaitu cinta pada Tuhan, Rasulullah SAW, dan pada akhirnya cinta pada sesama,” tutur Zuhairi.

Semua itu, katanya, dilakukan dengan senantiasa mengasah hati melalui dzikir dan muhasabah.

Duta Besar RI untuk Tunisia yang akrab dipanggil Gus Mis itu diterima  para ulama dan syaikh dari tarekat Syadziliah Tunisia dengan ramah.

Selain itu, ia juga mengikuti kegiatan dzikir bersama para ulama dan syaikh dari tarekat Syadziliah, termasuk di dalamnya membaca Hizb Bahr dan Hizb Nashr.

Baca Juga:   Demam Ukiran Jepara di Tunisia, Dubes Zuhairi: Ini Peluang Besar

“Saya sungguh senang, karena bisa mengikuti dzikir bersama ulama dan syaikh tarekat Syadziliah,” ujar Zuhairi yang juga cendekiawan Nahdlatul Ulama ini.

Baginya, ini merupakan momen spiritual yang sangat luar biasa. Dia mencanangkan perlunya dijajaki apa yang disebut “diplomasi spiritual”.

“Bisa melalui kegiatan simposiun untuk mengenang perjalanan spiritual dan warisan pemikiran Imam Abul Hasan al-Syadzili,” ujar lulusan Pesantren al-Amien, Prenduan, Sumenep, Madura, ini. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya