oleh

Payuri (81) Kakek Bisu Kumpulkan Uang dalam Karung, Isinya Hampir Rp 100 Juta

PAYAKUMBUH – Seorang kakek berusia 81 tahun di Payakumbuh Utara mendadak jadi perbincangan warganet lantaran kisah ketekunannya menabung viral di sosial media.

Kakek bernama Palyuri itu menyimpan uangnya menggunakan karung selama ini. Tak tanggung-tanggung, tabungannya bahkan hampir mencapai Rp 100 juta.

Hal ini terungkap saat Kakek Palyuri membawa sekarung uang itu ke bank untuk ditabungkan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @manaberita, Kakek Palyuri datang ke bank dengan membasa sekarung uangnya,

Kakek Palyuri yang merupakan penyandang tunarungu memang dikenal sebagai seorang pekerja keras yang gemar menabung.

Berdasarkan unggahan itu, disebutkan bahwa ia tinggal di kecamatan Payakumbuh Utara, Sumatera Barat.

Kakek Palyuri juga dikenal kerap membantu mencuci piring dan peralatan lain saat ada hajatan.

Baca Juga:   Edy Rahmayadi Dorong Pengembangan Bibit Kentang Lokal

Setiap mendapatkan upah, Palyuri selalu menyimpan uangnya di karung.

Payuri tinggal di Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kota Payakumbuh, Sumbar.

Kakek yang lebih dikenal dengan panggilan Biyok (bisu) tersebut viral di media sosial Facebook, karena disebut kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Juga disebut tempat tinggal sang kakek tak layak huni.

Kemudian pemerintah setempat menanggapinya dengan mendatangi rumah sang kakek. Niatnya pemerintah akan merenovasi rumah sang kakek.

Namun, tanpa disengaja di dalam rumah tersebut ditemukan  tumpukan uang kertas dan juga uang receh.

“Setelah dicek dan datang ke lokasi, ternyata terjadi misinformasi dan malahan ditemukan fakta baru bahwa ia memiliki uang yang disimpan di dalam tumpukan kain di rumahnya,” ungkap Musleniyetti, Lurah Tigo Koto Diate, seperti klikpositif.com, Jumat (19/2/2021).

Baca Juga:   Waspada! ini Daftar Daerah di Sumatera yang Rawan Bencana

Uang tersebut kemudian dikumpulkan dan saking banyaknya karung beras isi 50 Kg penuh oleh uang.

Agar tak terjadi halal yang tak diinginkan, setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga uang tersebut kemudian dibawa ke bank. Butuh dua hari petugas menghitung uang tersebut.

“Besaran uang yang kami hitung mulai dari uang pecahan Rp1.000 hingga Rp100.000 dengan jumlah penghitung 8 orang pada hari Kamis 18 Februari 2021 kemarin dan 12 orang pada hari Jumat ini. Total keseluruhan lebih kurang sekitar Rp82juta,” ungkap Eko, salah seorang petugas bank yang terlibat melakukan penghitungan.

Baca Juga:   Kawanan Begal Jalintim Diringkus Tekab 308 Tulangbawang

Anton, salah seorang pihak keluarga mengatakan, uang tersebut merupakan milik Biyok yang didapatkan dari hasil bekerja, bukan dari hasil mengemis.

Meski tuna rungu, Biyok diketahui rajin bekerja. Dia pun banyak diketahui masyarakat di Kota Payakumbuh.

Selain sering membantu masyarakat yang lagi pesta sebagai tukang cuci piring, Biyok sehari-hari diketahui juga sering berada di pasar Payakumbuh membantu pedagang di pasar tersebut.

Belum diketahui sejak kapan Biyok mulai menabung. Bahkan dia terlihat tak acuh saat petugas menghitung tabungan nya tersebut.

Yang pasti saat ini sang kakek viral di media sosial dan menjadi inspirasi masyarakat setempat.(sumbar.suara.com)

Komentar

Berita Lainnya