MATARAM – Hingga pertengahan Februari, terjadi 48 kejadian bencana alam di NTB. Terbanyak di Kabupaten Sumbawa, Lombok Timur, dan Dompu.
”Masyarakat tetap kita imbau untuk selalu waspada,” kata Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Zainal Abidin, Rabu (17/2).
Banjir merupakan bencana terbanyak dalam kurun itu. Terjadi 35 kali Banjir dan Banjir bandang di sembilan kabupaten/kota di NTB. Kemudian tanah longsor enam kali, lima kejadian angin puting beliung, dan dua gelombang pasang.
Berdasarkan catatan BPBD, bencana alam paling banyak terjadi di Kabupaten Sumbawa.
Enam kali Banjir bandang dan dua kali angin puting beliung. Kemudian Lombok Timur dengan empat peristiwa banjir, dua tanah longsor, dan satu angin puting beliung.
Selanjutnya di Dompu, terjadi tiga kali banjir, satu peristiwa tanah longsor serta tiga kali Banjir bandang.
Zainal Abidin mengatakan, Banjir dan Banjir bandang, dipengaruhi curah hujan di NTB yang secara umum masuk kategori menengah dan tinggi.
Curah hujan kategori tinggi, terjadi di Kabupaten Lombok Utara; Lombok Timur bagian utara; Kabupaten Sumbawa bagian barat; serta sebagian kecamatan di Kabupaten Dompu dan Bima.
”Curah hujan kategori menengah, itu hampir terjadi di seluruh wilayah NTB,” jelas Zainal Abidin.
Ia mengatakan, BPBD sudah mengeluarkan SK keadaan darurat di masing-masing kabupaten/kota. Terkait dengan peristiwa kebencanaan hingga Februari ini.
Ada lima wilayah masuk kategori siaga darurat, yakni Kota Mataram; Lombok Timur; Sumbawa Barat; Dompu; dan Kota Bima.
Kemudian Lombok Barat; Lombok Tengah; Sumbawa; dan Kabupaten Bima masuk pada tanggap darurat. Sementara Lombok Utara, tidak masuk pada status siaga darurat maupun tanggap darurat.
Dengan status tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Terutama terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba. Juga potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
”Dampak hujan dan angin kencang itu juga harus jadi atensi. Seperti banjir, tanah longsor, sampai pohon tumbang,” tandas Zainal Abidin.(*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com











Komentar