JAKARTA–Kasus Omicron di Indonesia semakin cepat menyebar. Dari hari ke hari kasusnya terus naik. Pada Rabu 19 Januari 2022, kasus varian Omicron mencapai 1.745.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, 663 orang yang terinfeksi varian Omicron merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
“Sedangkan 193 lainnya adalah transmisi lokal,” kata Dwi, dalam keterangan tertulis, Senin (18/1/2022).
Presiden Joko Widodo mengakui telah terjadi tren tingginya kasus Omicron. Tetapi melalui video yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi meminta masyarakat untuk tidak bereaksi terlalu berlebihan.
“Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan,” tegas Jokowi.
Ia meminta agar masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk mengurangi kegiatan di pusat keramaian. Bagi mereka yang bisa bekerja dari rumah, disarankan untuk melakukan pekerjaan dari rumah
Mengutip laman setkab.go.id, Presiden mengerem kegiatan masyarakat Indonesia lewat empat pesan.
1. Mengurangi mobilitas
Presiden meminta agar masyarakat untuk mengurangi mobilitas. “Jika Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian. Dan untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah (work from home) lakukanlah kerja dari rumah,” ujarnya
2. Tidak bepergian ke luar negeri
Selain itu, Presiden meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri untuk keperluan yang tidak esensial.
“Saya juga meminta untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak,” ujarnya.
3. Segera melakukan vaksinasi
Presiden juga menekankan mengenai pentingnya vaksinasi dalam menghadapi pandemi, termasuk peningkatan kasus Omicron saat ini. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk segera mengikuti program vaksinasi yang diberikan gratis oleh pemerintah kepada masyarakat, baik dosis primer maupun dosis lanjutan atau booster.
“Yang belum mendapatkan vaksin segeralah untuk divaksin, yang sudah mendapatkan vaksin (dosis) pertama segera vaksin untuk yang kedua, yang sudah dua kali vaksin segera cari vaksin ketiga, vaksin booster. Semuanya gratis karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semuanya,” tandasnya
4. Disiplin protokol kesehatan
Jokowi kembali mengingatkan semua pihak untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, sebagai salah satu kunci dalam menghadapi pandemi.
“Saya tidak akan pernah bosan untuk terus mengingatkan selalu gunakan masker, menjaga jarak, dan jangan lupa mencuci tangan. Intinya ikuti protokol kesehatan dengan disiplin,” katanya. (*)








