oleh

Survei Via Drone Bantu Percepat Pengerjaan Proyek Tol Cisumdawu

SUMEDANG – Survei pemetaan lahan melalui pengoperasian pesawat tanpa awak (drone), mampu membantu percepatan penyelesaian proyek Tol Cisumdawu.

Terra Drone Indonesia, perusahaan startup pemanfaatan drone industri berhasil menyelesaikan pekerjaan survei pemetaan udara itu.

Michael Wishnu Wardana, CEO Terra Drone Indonesia mengemukakan, data akurat yang dihasilkan drone dapat jadi acuan pengerjaan proyek hingga  selesai sesuai jadwal.

Survei menggunakan drone tersebut berlokasi di Sumedang – Majalengka dengan total luas area kurang lebih ±30 km.

Teknologi drone yang digunakan ialah Bramor ppX, drone berjenis fixed wing yang dirancang khusus untuk melakukan survei pemetaan.

Baca Juga:   Sebagian Tol Cisumdawu Dipastikan Siap Beroperasi Akhir 2021

Bramor ppX mampu terbang hingga 3 jam sehingga mampu mengambil data di area yang luas hanya dalam sekali terbang.

Selain durasi terbang yang lama, bramor ppX dapat menghasilkan data akurat sesuai kriteria yang dibutuhkan kontraktor.

Dalam pengerjaan infrastruktur besar seperti jalan tol, drone mampu memberikan data akurat dari hasil survei yang nantinya bisa digunakan untuk perencanaan konstruksi.

Beberapa perencanaan tersebut antara lain untuk kebutuhan perhitungan biaya konstruksi, perencanaan teknis, rekayasa, operasi, manajemen pembangunan hingga pengambilan keputusan strategis lainnya.

Pengerjaan proyek konstruksi diawali dengan survei pemetaan lahan. Hal tersebut berlaku dalam pengerjaan proyek jalan tol yang nantinya menghubungkan satu kota ke kota lain, sudah pasti dikerjakan pada area yang luas dan panjang.

Baca Juga:   RK Sebut Sebelum 2022 Warga Bandung Sudah Bisa Pakai Tol Cisumdawu ke Kertajati

Survei darat yang sebelumnya dilakukan para kontraktor memakan tenaga dan biaya lebih banyak, karena pengerjaannya membutuhkan waktu yang lebih lama dalam melakukan pemetaan lahan.

Selain itu, proyek jalan tol biasanya dikerjakan dengan harus membuka lahan baru untuk dibangun.

Tak jarang, gunung, hutan atau lahan yang tidak terjamah mengharuskan para surveyor menyusuri medan yang sulit dan risiko yang mungkin terjadi.

Dengan menggunakan teknologi drone, para surveyor tidak perlu melakukan hal tersebut, karena drone dengan mudah menjangkau area luas dari jarak jauh dengan hanya melibatkan 2 orang, yakni pilot drone dan observer.

Baca Juga:   Untuk Rest Area dan Mesjid, Bupati Sumedang Mohon Hak Manfaatkan Lahan Sekitar Jalan Tol

Selain itu, hasil data yang didapat lebih cepat dan akurat karena area lahan ditangkap secara visual oleh kamera dan sensor canggih khusus pemetaan.

Teknologi drone juga digunakan karena dengan kemampuannya yang dapat membawa berbagai jenis kamera dan sensor, drone dapat menghasilkan berbagai jenis peta dalam satu kali terbang.

Tol Cisandawu (Cileunyi –Sumedang –Dawuan) diperkirakan oleh pemerintah akan beroperasi akhir tahun 2021.

Tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sudah mulai beroperasi. (*)

Komentar

Berita Lainnya