PANGKALAN BUN – Seorang penumpang KM Kirana 1 dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai Kalimantan Tengah menuju Semarang Jawa Tengah, dikabarkan melompat dari kapal di tengah pelayaran.
Pria itu terjun ke laut di Perairan Teluk Kumai, 14 mil barat Tanjung Puting, Rabu, (13/10/2021), tujuh jam setelah kapal melaut.
Proses pencarian, terus dilakukan. Kendati cuaca buruk, Tim SAR masih terus mencari korban bernama Mukronimin warga Demak Jawa Tengah.
Pada Senin, (18/10/2021), Nahkoda RB 305 Palangkaraya, Kapten Mardatillah mengatakan, sementara ini belum ada hasil.
Namun pihaknya masih terus melakukan pencarian dengan penyisiran di tepi pantai.
Mardatillah menjelaskan cuaca buruk yakni angin kencang yang tidak kunjung berhenti cukup mempesulit proses penyisiran. Gelombang tinggi juga memaksa para nelayan tidak berani melaut.
Sampai hari ke-6 tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, PMI setempat melaksanakan operasi SAR belum membuahkan hasil.
Mardatillah mengatakan, gelombang tinggi dan angin kencang membuat pencarian tidak maksimal.
Rencana operasi sesuai SOP Basarnas, Tim akan terus berusaha maksimal melakukan pencarian sampai hari ketujuh setelah kejadian.
Mardatillah menuturkan, pada prinsipnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan semuanya dan berupaya sekuat tenaga serta mengerahkan kemampuan untuk mencari korban.
Menurut Mardatillah, Basarnas memiliki prosedur pencarian hingga tujuh hari pascakejadian.
Namun biasanya, hingga batas empat hari belum berhasil menemukan maka yang bisa dilakukan adalah menunggu informasi yang sudah disebar ke semua pos Basarnas.
“Laka laut memang cukup sulit, banyak korban yang tidak bisa kembali karena laut Jawa merupakan laut lepas. Namun semua tetap berharap dan korban bisa ditemukan,” ujarnya.
Mardatillah mengatakan untuk SOP pencarian korban laka laut, SAR hanya memiliki batas waktu 3×24 jam.
Namun jika ada pihak keluarga yang menginginkan proses pencarian terus dilanjutkan pihaknya siap untuk bertahan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
“Hingga hari ke 6 proses pencarian kami belum ada tembusan dari pihak keluarga,” ujarnya.
Manager Lapangan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kumai, Firman Dandy membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan, kapal berangkat sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tujuan Semarang. Pada pukul 08.00 WIB, ia mendapat laporan peristiwa tersebut.
“Kami dapat informasi dari kapal bahwa ada 1 saksi mata yaitu sopir mobil Fuso melihat laki-laki usia sekitar 30 tahun, tidak pakai baju, bercelana pendek, lari ke luar melompat pagar dan jatuh ke laut,” kata Firman.
Kemudian kapal berhenti lalu memberi tanda pada lokasi jatuh dan melakukan putaran 3 kali.
Setelah dilakukan 3 kali putaran tidak ditemukan, sesuai aturan internasional, kapal melanjutkan perjalanan menuju ke Semarang. (Yusro)











Komentar