JAKARTA – Kelompok bersenjata melakukan aksi penembakan terhadap Pesawat Dabi Air PK DPG di Intan Jaya, Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan kelompok bersenjata menembak sebanyak dua kali terhadap pesawat yang akan mendarat dan diperkirakan berasal dari Ujung Bandara Bilorai, Kampung Bilogai dengan Jarak 300 Meter dari Runway 09.
Setelah pesawat berhasil mendarat dan diperiksa, kata dia, tidak ditemukan bekas atau tanda akibat terkena tembakan.
“Usai mengecek kondisi pesawat, kemudian dilakukan penyisiran di sekitar lokasi selama kurun 30 menit namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kelompok bersenjata. Usai situasi dinilai aman, penerbangan kemudian dilanjutkan,” jelas Musthofa melalui keterangan persnya pada Jumat (18/9).
Dia menilai tembakan itu merupakan upaya menghambat proses evakuasi anggota TNI yang tewas oleh kelompok bersenjata pada Kamis lalu.
“Sebelum Pesawat Rimbun Air PK OTJ tiba di Bandara Bilorai untuk mengevakuasi Serka Sahlan, pada pukul 08.38 WIT telah terdengar bunyi tembakan sebanyak 2 kali,” kata dia.
Dia menambahkan aparat gabungan TNI/Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan.
Hingga saat ini, personel masih melakukan pengamanan di sekitar Kota Sugapa, Intan Jaya untuk mengantisipasi gangguan keamanan, ketertiban dan masyarakat.
Sebelumnya, kelompok bersenjata kembali melakukan penyerangan terhadap warga sipil dan satu anggota TNI pada Kamis di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Kolonel CzI IGN Suriastawa mengatakan warga sipil yang menjadi korban merupakan seorang tukang ojek berumur 51 tahun.
Korban diserang pada Kamis pagi dengan menggunakan senjata tajam sehingga meninggal dunia di tempat, kata Suriastawa.
Selain warga sipil, pada Kamis siang, kelompok bersenjata melakukan menyerang anggota TNI atas nama Serka Sahlan yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa di Hitadipa.
“Korban sedang dalam perjalanan membawa logistik. Korban menderita luka tembak sehingga meninggal dunia di tempat dan dievakuasi ke Puskesmas Bilogai,” kata Suriastawa kepada Anadolu Agency melalui sambungan telepon pada Jumat. (oke/sep)











Komentar