oleh

Covid-19 Dibereskan 2 Minggu, Rizal Ramli: Weak Follow Up & Poor Management

JAKARTA – Langkah pemerintah yang menyebut waktu penyelesaian berbagai masalah terkait pandemi Covid-19 dalam kurun waktu 2 minggu menuai kritik dari Rizal Ramli.

Bagi Ekonom senior ini, waktu tersebut sangatlah tidak efektif untuk bisa menyelesaikan pandemi yang semakin meningkat di Indonesia.

Lewat unggahan di akun Twitter-nya, Rizal Ramli membagikan tangkapan layar berbagai pemberitaan di media massa mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan waktu 2 minggu untuk menangani berbagai permasalahan Covid-19 di Tanah Air.

Baca Juga:   Vaksin Covid-19 Jadi Agenda Retno Marsudi

“Ayo naon jeng “Manajemen 2 Minggu”? Kebanyakan meleset dan off-side (emoji senyum) weak follow-up & poor management,” tulis dia di akun Twitter @RamliRizal yang dikutip, Sabtu (19/9/2020).

Netizen langsung merespon cuitan Rizal Ramli di kolom balasan.

“Bisikan siapa serba 2 minggu, kalau 2 minggu Covid-19 tidak turun Luhut harus turun, kalau perlu Jokowi juga,” kata @Erryb2gmailcom1.

Baca Juga:   Memasuki Ramadan dengan Kelonggaran, Ini Kata Presiden

“Dipikirnya statement begitu disampaikan selesai. Jejak digital dapat diakses kapan pun, sehingga seharusnya berhati-hati menyatakan statement. Mestinya mereka memahami itu, kecuali memang bodoh,” tulis @eddybroadcaster.

Adapun salah satu pemberitaan yang menyangkut hal tersebut yakni terkait Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BNPB Doni Monardo menurunkan kasus Covid-19 di sembilan provinsi dalam waktu dua minggu.

Baca Juga:   Pemerintah Diingatkan, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Kalau Harga Swab Test Diturunkan

Sembilan provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua. (aku/sam)

Komentar

Berita Lainnya