NABIRE–Diam-diam hasil empat program dari sekian program studi di SMK Negeri 1 Nabire, Papua kini sudah memiliki nilai bisnis yang sangat menggembirakan pihak sekolah.
“Jika SMK bermoto ‘SMK Bisa’, maka apa yang harus dihasilkan dapat menjadi kenyataan,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Nabire, A L Sinaga, SPd, M Pd kepada Papuapos Nabire, Sabtu (15/1/2022), seperti dilansir Koran Papuapos Nabire, grup Siverindo.co.
Keempat program bidang studi (prodi) itu masing-masing Agrobisnis Ternak Unggas (ATU), Program Studi Agrobinsis Hasil Pertanian (APHP), Prodi Agrobisnis Tanaman Pangan Holtikultura dan Prodi Agrobisnis Perikanan Air Tawar (APAT).
Agrobisnis ATU saat ini bisa menghasilkan telur sebanyak delapan hingga 10 rak per hari. Dipastikan pada Februari 2022 bisa menghasilkan 15 hingga 20 rak telur per hari.
Sementara Prodi Agrobisnis APHP dapat menghasilkan ubi jalar menjadi tepung. Selanjutnya dapat dibuat kue dari bahan hasil lokal, membuat kripik pisang dan kripik keladi yang kini sedang dijual kepada Bred Take sebagai bahan makanan olahan industri.
Sedangkan Prodi Agrobisnis TPH dapat memproduksi sayuran dengan sistem hidroponik seperti sawi, selada, kangkung, dan semangka yang dapat dipanen pada setiap bulan berjalan,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Nabire, A. L. Sinaga, S.Pd, M.Pd.
Ditambahkan, Prodi Agrobisnis APAT bisa panen Ikan Lele per minggunya sebanyak 50kg sesuai dengan hasil pesanan dari masyarakat untuk dikonsumsi.
Semua kegiatan yang dilaksanakan oleh empat prodi diharapkan menjadi bekal pengetahuan bagi peserta didik. Apa yang dihasilkan merupakan buah dan karya anak didik yang patut dibanggakan.
Belum lama ini SMKN 1 Nabire telah mendapatkan bantuan langsung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Nabire berupa bio flok, pakan ikan, dan bantuan bibit ikan lele sebanyak 6.000 ekor. (Papuapos Nabire)










