oleh

Prabowo Tekankan Komitmen Indonesia terhadap Energi Terbarukan di Forum G20 Brasil

JAKARTA– Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan ramah lingkungan saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di sela-sela Forum G20 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (17/11).

Prabowo menyebutkan, Indonesia telah mengadopsi teknologi inovatif untuk memproduksi bahan bakar berbasis sawit, seperti solar dan bensin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kemandirian energi. “Kita sudah mengembangkan teknologi pembuatan solar dari tanaman, dari sawit. Kami juga mengembangkan teknologi untuk memproduksi bensin dari sawit,” ujar Prabowo dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal daring, Senin (18/11).

Dalam pertemuan tersebut, Guterres memuji peran strategis Indonesia di forum internasional, khususnya dalam memperjuangkan keadilan dan kapasitas pembangunan negara-negara berkembang. “Peran Indonesia sebagai mitra internasional yang sangat penting, memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan keadilan, kesetaraan, dan mendukung negara berkembang yang menghadapi krisis,” kata Guterres.

Bahas Perubahan Iklim

Forum G20 Brasil menyoroti aksi kolektif untuk mengatasi perubahan iklim, terutama mengingat negara-negara anggota G20 menyumbang 77 persen emisi global. Diskusi juga mencakup transisi energi yang adil dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Perjanjian Paris.

Baca Juga:   Arief Poyuono Ditendang dari Gerindra?

Sub-topik lain yang dibahas melibatkan keuangan berkelanjutan, efisiensi energi, dan mobilisasi melawan perubahan iklim. Dalam sesi akhir KTT pada 18-19 November, para pemimpin negara G20 akan merumuskan langkah konkret untuk memastikan kenaikan suhu global tetap di bawah ambang batas 1,5 derajat Celsius.

Presiden Prabowo hadir didampingi sejumlah pejabat, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Di pihak PBB, António Guterres ditemani oleh pejabat senior seperti Li Junhua, Silvia Rucks, dan Michelle Gyles McDonnough.

Baca Juga:   Prabowo Dipastikan Maju sebagai Capres di Pilpres 2024

Kolaborasi antara negara-negara maju dan berkembang, menurut para pemimpin, menjadi kunci untuk mencapai transisi energi global yang inklusif dan berkeadilan. (*)

Berita Lainnya