oleh

Pemkab Intan Jaya Berikan Pemahaman kepada Kelompok Seberang

SUGAPA – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya tanpa henti terus melakukan pendekatan pada kelompok yang sampai saat ini masih berseberangan dengan NKRI.

Seperti yang dijelaskan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni SS, M SI, belum lama ini melalui sambungan selularnya kepada redaksi RadarPagiNews, kurir yang dikirim menemui kelompok ini bukan hanya dua orang, tetapi lebih.

“Bukan dua orang saja. Ini karena semua kelompok sudah keliling di Intan Jaya ini, kami sudah kirim semua untuk komunikasi dengan mereka tidak henti–henti,” ujarnya seperti dikutip papuaposnabire.com group Siberindo.com

Dirinya memohon dukungan doa kepada masyarakat Papua dan terlebih khusus masyarakat Intan Jaya, agar situasi Intan Jaya sudah dapat lebih kondusif.

Baca Juga:   KKB Beraksi Lagi! Bakar Rumah Guru, Puskesmas, dan Kamp Pendulang

“Ini supaya saudara–saudara kami yang di luar ini dapat menahan diri dengan baik. Keamanan bisa kembali dan perekonomian masyarakat bisa pulih. Sehingga pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Diungkapkannya, sampai saat ini belum ada komunikas yang lebih intens dengan Pemprov Papua terkait situasi di Intan Jaya.

“Belum ada, tapi saya yakin dengan pemberitaan yang ada pemerintah provinsi pasti tau,” ucapnya.

Baca Juga:   Usai Peristiwa Penembakan Pendeta Yeremia, Warga Kampung Hitadipa Mengungsi

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan menegaskan, komitmen dari Forkompimda yang terdiri dari Bupati, Dandim 1705 Nabire dan dirinya sebagai Kapolres tetap mengedepankan diplomasi kepada kelompok yang masih berbeda paham dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan disalah artikan kalau kami berkomunikasi. Bukan berarti mendukung kegiatan mereka. Kami berkomunikasi untuk bersama–sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kapolres.

Baca Juga:   Tiga Prtajurit TNI Gugur, Panglima Andika Perkasa Langsung Terjun ke Papua

Selain itu, pemerintah tetap mengajak secara pelan–pelan terhadap kelompok ini, karena prosesnya tidak instan.

“Kita ajak pelan–pelan kembali ke NKRI membangun kabupaten Intan Jaya bersama–sama dengan pemerintah, masyarakat, TNI dan Polri. Tujuan dan arahnya ke situ,” ujarnya.

Sehingga langkah yang diambil pemerintah ini jangan disalah artikan dan menganggap mendukung kegiatan mereka.

“Kami berkomunikasi dengan mereka, tujuan itu yang hendak kami sampaikan,” katanya. (Mina)

Komentar

Berita Lainnya