oleh

Vaksin Covid-19 Jadi Agenda Retno Marsudi

JAKARTA – Kabar seputar vaksin dan  Covid-19 beberapa minggu terakhir ini boleh dibilang menggembirakan. Selain jumlah terpapar yang menurun, tingginya kesadaran  warga  untuk vaksin juga meningkat.

Selain itu, Indonesia tengah menjajaki kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 dengan sejumlah perusahaan Amerika Serikat. Diantaranya Dynavax Technologies, Baylor College of Medicine (BCM), hingga Google Health.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi didampingi  Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Mereka  tengah berkunjung ke AS dan bertemu dengan perwakilan ketiga instansi itu guna memantapkan rencana kolaborasi tersebut.

Dalam jumpa pers virtual seperti dilansir CNN,  Sabtu (18/9/2021), Retno menuturkan perjanjian kerja sama. Yakni,  antara PT Bio Farma (Persero) dengan Dynavax Technologies juga telah ditandatangani dalam pertemuan itu.

Baca Juga:   Luar Biasa! Rekor Baru Tembus 4.176 Pasien Per Hari

Biotis Buka Ruang Harga Vaksin Merah Putih di Bawah Rp71 Ribu

“Ke depannya, Bio Farma dan Dynavax secara bersama-sama dapat mengembangkan vaksin mandiri platform protein rekombinan. Dan ,memperkuat kerja sama hingga studi pengembangan vaksin BF-BCM,” kata Retno.

Retno mengatakan Dynavax adalah produsen salah satu adjuvant terbaik di dunia.

“Adjuvant adalah zat yang berfungsi menguatkan seed vaccine protein rekombinan,” ucap Retno menambahkan.

Retno berharap kerja sama antara Bio Farma dan Dynavax ke depannya bisa membangun kemandirian vaksin, termasuk pengembangan vaksin mandiri platform protein rekombinan.

Baca Juga:   1250 Siswa SMPN Pebayuran Divaksinasi

Selain dengan Dynavax, Retno menuturkan Bio Farma juga tengah melakukan kerja sama dengan Baylor College of Medicine (BCM) untuk mengembangkan vaksin menggunakan platform protein rekombinan.

Retno memaparkan pengembangan vaksin antara Bio Farma dan BCM saat ini sudah memasuki tahap uji pra-klinis.  Akan segera dilanjutkan ke tahap uji klinis. itu diharapkan dapat selesai pada akhir 2021.

Dalam pertemuannya itu, pemerintah Indonesia juga menyepakati kerja sama antara Bio Farma dan BCM terkait pengembangan bibit vaksin Covid-19 multi varian, termasuk varian Delta.

Baca Juga:   Jangan Paksa Negeri Ini Makin Sakit

Amankan Pasokan

Pada kesempatan itu juga  dilakukan penandatangan atau MoU mengenai kemitraan strategis yang akan memperkuat kerja sama yang lebih luas di luar masalah Covid-19.

“Termasuk misalnya mencakup pemagangan tim kita di Baylor,” ujar Retno.

Sementara itu, dalam lawatan ke AS, delegasi Indonesia juga telah menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) antara Bio Farma dan Google Health.

Kedua MoU itu terdiri dari upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui solusi teknologi digital, Dan, konsep mendukung “digital and wellness corner” pada 20-50 apotik milik BUMN di Indonesia. (ben)

Komentar

Berita Lainnya