oleh

Banjir Rusak Jembatan di Kabupaten Buru

JAKARTA –Satu jembatan penghubung antar dua desa rusak berat di wilayah Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Penyebabnya tak lain adalah Banjir dengan ketinggian muka air mencapai 70 cm. Banjir melanda lima desa  di dua kecamatan, seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co, Sabtu (18/9/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait di Kabupaten Buru telah melakukan pengecekan kerusakan dan mengupayakan perbaikan darurat. Peristiwa Banjir terjadi pada Kamis (16/9/2021) sore, sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Paska kejadian, Sekretaris Daerah Kabupaten Buru segera meminta BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Buru untuk melakukan perbaikan jembatan. Infrastruktur penting yang mengalami rusak berat tersebut merupakan penghubung antara Desa Waelana dan Desa Persiapan Silewa.

Baca Juga:   Banjir Rendam Jalan dan Pemukiman di Bengkulu, Ribuan KK Mengungsi

Hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya debit air Sungai Waegeren serta arus sungai yang deras. Berdasarkan kaji cepat, BPBD Kabupaten Buru merekomendasikan untuk melakukan normalisasi sungai ini.

Banjir yang melanda lima desa tersebut tersebar di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba. Kelima desa tersebut antara lain Desa Waelana Lana, Persiapan Silewa dan Wamana Baru di Kecamatan Fena Leisela, serta Desa Waegeren dan Wabolen di Kecamatan Lolongguba.

BPBD melaporkan sebanyak 237 KK mengungsi ke tempat aman, seperti balai kantor desa Wamana dan musola setempat. Petugas BPBD membantu warga mengungsi dengan perahu karet menuju titik aman.

Baca Juga:   Banjir Rendam Ratusan Rumah di Majene, Genangi Ruas Jalan Trans Sulawesi

Di samping berdampak pada warga, Banjir juga merendam 364 unit rumah, pipa saluran air rusak dan merendam 6 kendaraan warga. Pihaknya masih melakukan pemutakhiran data di lapangan.

Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Buru telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat maupun babinsa dan babinkamtibmas di Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba.

Bantuan Logistik

Selain berkoordinasi, BPBD Kabupaten Buru telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras 500 kg dan mie instan 50 dos ke warga terdampak di Desa Waelana Lana dan Persiapan Silewa. Kemudian, pendistribusian logistik serupa, beras 250 kg dan mie instan 70 dos, menuju Desa Wamana Baru.

Baca Juga:   Lima Sungai Meluap, 12 Desa Terendam

Sedangkan di Desa Waegeren, masyarakat menerima bantuan beras 150 kg dan mie instan 30 dos. Bantuan juga diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Buru, terdiri dari beras 600 kg, selimut 25 buah dan terpal 9 buah, untuk Desa Wamana Baru.

Menurut pantauan inaRISK, sebanyak 10 kecamatan memiliki potensi bahaya Banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Kedua kecamatan terdampak termasuk dalam wilayah dengan potensi tersebut. Di samping berpotensi banjir, Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba juga berpotensi bahaya tanah longsor dengan kategori serupa. (edy/ben)

Komentar

Berita Lainnya