TUNIS – Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi melantik Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tunisia periode 2022-2024 di Auditorium Ibnu Khaldun, Universitas Zaitunah, Kamis (17/3/2022).
Dalam sambutannya, Dubes RI menyampaikan peran Muhammadiyah dalam membangun Indonesia, sejak sebelum kemerdekaan hingga kini.
“Jasa Muhammadiyah dalam membangun Indonesia sangat luar biasa. Bung Karno bangga menjadi kader Muhammadiyah, belajar Islam dari KH Ahmad Dahlan,” ujar Zuhairi di laman akun facebook-nya, Jumat (18/3/2022).
Sebab itu, kata Zuhairi, para pengurus yang telah dilantik, harus bangga menjadi bagian dari persyarikatan Muhammadiyah.
“Tugas dan pengabdian dalam membangun Indonesia harus ditunaikan sebaik-baiknya”, ujar Dubes RI yang dikenal sebagai Cendekiawan Nahdlatul Ulama ini.
Pelantikan PCIM Tunisia dilakukan secara daring dan luring. Secara luring dihadiri pada Home Staff dan Local Staff KBRI Tunis, serta mahasiswa Indonesia di Tunis.
Sedangkan secara daring dihadiri oleh Prof Dr Abdul Mu’thi, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, PCIM kawasan Timur-Tengah dan Eropa.
Duta Besar RI Tunisia juga menyampaikan perlunya PP Muhammadiyah memberikan perhatian terhadap PCIM Tunisia.
“Di masa mendatang perlu kiranya, PP Muhammadiyah melakukan kaderisasi dengan mengirimkan para Masiswa Muhammadiyah untuk kuliah di Universitas Zaitunah, karena kampus ini mampu melahirkan ulama-ulama moderat,” ujar Dubes RI lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir ini.
Firza Nofdi Muhammad, Ketua PCIM Tunisa menyampaikan hal yang sama, karena Universitas Zaitunah juga sejalan dengan pemikiran Muhammad ‘Abduh dan Rasyid Ridha.
“Universitas Zaitunah sangat cocok untuk dijadikan tempat kaderisasi PP Muhammadiyah, karena di kampus ini diajarkan Maqashid al-Syariah yang dapat dijadikan sebagai metode untuk moderasi Islam,” ujar sosok yang sedang kuliah di Universitas Zaitunah ini.
Prof Dr Abdul Mu’thi, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap PCIM Tunisia untuk terus belajar dan berorganisasi sebagai bekal pengabdian pada negeri di masa mendatang.
“Saya mendukung penuh ide pengiriman kader Muhammadiyah untuk kuliah di Universitas Zaitunah, tentunya atas dukungan dari Duta Besar RI untuk terus menyayomi adik-adik kita,” kata dia. (*/Siberindo.co)










