Dari lahan milik anggota Gapoktan Sejahtera yang tergolong sebagai keluarga fakir miskin dan terdampak pandemi Covid-19, para petani milenial berhasil menanam padi dengan sistem pertanian organik.
“Teknologi pertanian di Magetan hendaknya terus dikembangkan, agar kedepan bisa mencapai hasil panen yang maksimal, dengan metode bertani yang moderat dan efektif,” ujar Suprawoto, Kamis (17/2).
Selain dihadiri Bupati Magetan, panen raya kali ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Evaluasi Kementerian Tanaman Pangan Indonesia, Kepala Dinas TPHPKP Magetan, Ketua Dompet Dhuafa, Ketua Gapoktan, Direktur Komunikasi & Aliansi Strategis, Forkopimca Parang dan para petani warga setempat.
Bupati Suprawoto dunia pertanian organic saat ini, model kolaborasi, seperti yang dilakukan oleh pemuda Krajan Parang ini, perlu diperluas dengan menggandeng anak milenial.
“Saya berharap muncul petani milenial di Magetan. Petani muda yang betul-betul mau turun ke sawah, yang mau turun ke kebun. Sekarang ini eranya kolaborasi, bagaimana kita bersinergi, dan kita butuh loncatan baru untuk dunia pertanian di Magetan,” ungkap Bupati Magetan. (Ren/Red-Aryamedia)










