DENPASAR – Singapore Airlines jadi maskapai asing pertama yang mendarat di Bali sejak Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibuka kembali.
Mendaratnya salah satu maskapai terbaik di dunia, Rabu (16/2/2022) sekitar pukul 11.50 Wita disambut suka cita.
Ada 159 penumpang yang dibawa oleh maskapai dengan kode penerbangan SQ ini.
Jumlah ini berlipat dibanding penerbangan internasional pertama Garuda Indonesia dari Narita ke Bali pada 3 Februari 2022.
Saat itu Garuda hanya berisi 12 penumpang yang terdiri atas 6 WNI dan 6 WNA.
“Kedatangan Singapore Airlines rute Singapura-Denpasar ini membawa penumpang 159 orang,” ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, di Terminal Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu (16/2/2022).
Para penumpang langsung diarahkan mengikuti alur kedatangan menggunakan protokol kesehatan ketat.
Mulai dari pemeriksaan dokumen, tes PCR, hingga diantar menuju hotel karantina.
Perlakuan atas mereka sedikit berbeda ketika Garuda Indonesia membawa penumpang dari Jepang pada 3 Februari 2022.
Hasil tes PCR penumpang Singapore Airlines tidak perlu ditunggu di holding area bandara, namun diterima di hotel karantina masing-masing.
Dengan begitu, seluruh proses pemeriksaan terpangkas menjadi sekitar 30 menit.
Taufan Yudhistira menjelaskan, selain membawa penumpang kedatangan, Singapore Airlines juga datang untuk mengangkut sejumlah penumpang dari Bali menuju Negeri Singa.
Maskapai Singapura kembali lepas landas sekitar pukul 13.00 Wita.
“Penerbangan yang kami layani adalah Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ939 rute Denpasar-Singapura berangkat pukul 13.00 membawa 61 penumpang,” ujar Taufan.
Para penumpang menuju hotel karantina yang tersebar di empat kawasan wisata di Bali, yakni Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Ubud.
Namun sebagian besar wisatawan tampaknya memilih hotel-hotel di kawasan Nusa Dua sebagai lokasi favorit.
Singapore Airlines akan terbang setiap hari menuju Bali, pulang pergi (PP), sebagai upaya membantu pariwisata Bali.
Kedatangan penumpang Singapore Airlines disambut langsung oleh sejumlah pejabat Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster, datang didampingi oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) bersama dengan jajaran.
Gubernur Koster mengatakan, diai melihat langsung pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan dengan sangat ketat kepada para penumpang.
Menurutnya ini sebagai latihan untuk menerima kunjungan wisatawan ataupun pelaku perjalanan Luar negeri (PPLN) di waktu selanjutnya.
Koster menyebut ada 109 warga negara asing yang ikut dalam penerbangan Singapore Airlines, dan dipastikan mereka adalah para wisatawan yang ingin menghabiskan waktunya di Pulau Dewata.
Gubernur berharap penerbangan yang sudah dimulai ke Bali akan menjadi promosi yang baik, membangun citra yang baik.
“Bahwa Bali mampu mengelola kedatangan PPLN, para wisatawan, dengan menerapkan protokol kesehatan secara baik,” ujar Koster.
Koster mengungkapkan penumpang tidak lagi menjalani masa karantina selama 5 hari.
Sesuai SE Nomor 7 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Covid-19, PPLN yang telah melakukan melakukan vaksin dosis 3 (booster) dibolehkan menjalani karantina selama 3 hari.
Sementara bagi yang baru 2 kali vaksin, karantina selama 5 hari, dan bagi yang baru satu kali vaksin harus menjalani karantina selama 7 hari. (*/Siberindo.co)










