oleh

Enam Lagi Korban Tertimbun, Pencarian Difokuskan di Sektor A

NGANJUK – Cuaca cerah di lereng Gunung Wilis mendukung dilanjutkannya pencarian korban longsor Nganjuk di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos. Hingga hari keempat, tersisa enam warga masih tertimbun.

“Pagi ini kita lanjutkan pencarian hari keempat. Masih ada enam korban dari 21 yang tertimbun,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga 1 Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna kepada wartawan di Posko Darurat Bencana Kantor Camat Ngetos, Kamis (18/2/2021).

Suyatna berharap cuaca hari ini terus cerah hingga sore agar pencarian korban bisa dipercepat.

“Mudah-mudahan langut terang terus dan tidak turun hujan hingga sore,” tambahnya.

Hari ini, jelas dia, pencarian difokuskan di sektor A lokasi longsor di Nganjuk. Meski semua lokasi tetap dilakukan pencarian.

“Kita melaksanakan pencarian secara keseluruhan di masing-masing sektor sesuai pembagiannya. Namun difokuskan di sektor atau search area A,” tegasnya.

Hingga saat ini sudah ada 15 warga ditemukan dan 13 dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan korban selamat, ada dua orang yang dirawat di RSUD Nganjuk.

Satu Pengungsi Positif Covid-19

Sebanyak 186 jiwa dari 54 KK terdampak telah diungsikan di SDN Ngetos 3 dan rumah kepala desa setempat

Pengungsi korban longsor menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test.

Pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap. Dari 186 pengungsi Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, baru puluhan pengungsi menjalani rapid test.

Dari hasil rapid test pertama dan kedua, sebanyak 17 orang reaktif. Lalu menjalani swab. Hasil sementara 17 orang reaktif, satu orang positif Covod-19 setelah swab.

“Hari pertama 14 reaktif dan ke dua ada 3 reaktif, hari ketiga belum saya lihat,” ujar Kepala Puskesmas Ngetos Budi Santoso kepada wartawan di lokasi, Kamis.

Budi menjelaskan satu pengungsi yang positif Covid-19 telah dirawat di RSUD Nganjuk.

“Kita baru swab 15 orang dan satu positif Covid-19,” kata Budi dilansir detik.com.

Dia mengatakan sebenarnya lokasi pengungsian telah dilakukan protokol kesehatan. Dirinya berharap agar semua pengungsi longsor di Nganjuk dan tim relawan bencana longsor ini menjalankan protokol kesehatan.

“Untuk lokasi sudah menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya.(*/cr4)

Komentar

Berita Lainnya