oleh

Cuaca Ekstrem Landa Kota Mataram

MATARAM – Masyarakat Kota Mataram harus waspada dengan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi perubahan cuaca ekstrem di wilayah Kota Mataram. Hal itu ditandai curah hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, dan bahkan puting beliung.

Faktanya pada Minggu (15/11) siang, telah terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat ada 15 pohon tumbang di beberapa titik lokasi akibat cuaca ekstrem tersebut. Di antaranya, di Jalan Sriwijaya dan Jalan Lingkar Selatan. Pohon tumbang sempat menghalangi jalan lalu lintas kendaraan yang berlalu lalang.

“Ke-15 pohon tumbang itu cukup juga menguras tenaga dan sumber daya yang ada,” kata Kalak BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor, Senin (16/11/2020).

Baca Juga:   Banjir Genangi Ratusan Rumah Warga Gorontalo Utara

Sejumlah personel diterjunkan untuk membereskan belasan pohon tumbang itu. Pihak BPBD bersama personel TNI-Polri, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, harus membagi tugas untuk menuntaskan pohon tumbang di beberapa titik lokasi.

“Kita sampai sore menyelesaikan pohon tumbang. Bahkan sampai malam,” ujar Mahfuddin.

Selain itu, dia mengutarakan, angin puting beliung juga menerjang Kota Mataram. Yang mengakibatkan atap rumah warga rusak di beberapa lingkungan. Seperti di Lingkungan Pesongoran, Kelurahan Pagutan Barat dan Lingkungan Karang Buaya, Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram. Kemudian di Pejeruk, Kecamatan Ampenan.

Baca Juga:   Awas! Puting Beliung, Hujan Es, dan Badai Petir Bisa Terjadi Maret-April

“Kita inventarisir lebih kurang sekitar 25 rumah yang rusak akibat angin puting beliung,” tutur Mahfuddin.

Warga yang rumahnya diterjang angin puting beliung disebutnya langsung diberikan bantuan. Terutama bantuan terbal dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Kemudian ada juga bantuan logistik yang didistribusikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram.

“Terutama yang rata-rata atap (rumah) yang terbang itu kita berikan terpal,” ujar pria yang pernah menjabat Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan dan Pengendalian Lalulintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram itu.

Terkait bantuan bangunan atap rumah warga yang rusak, pihanya perlu melihat tingkat kerusakan. Selanjutnya, Mahfuddin akan berkoordinasi dengan Disperkim Kota Mataram. Langkah apa yang akan diambil bersama serta skema penyaluran bantuan bangunan rumah warga kembali

Baca Juga:   Awas! Potensi Hujan Lebat Disertai Badai Petir di Daerah-daerah Ini

“Tapi seperti yang sudah-sudah, manakala ada terjadi kita berikan bantuan secukupnya. Seperti bantuan spandek dan lain sebagainya,” ungkap dia.

Personel tetap siaga dalam mengatasi bencana di tahun ini. Tidak hanya dari personel BPBD. Melainkan kata Mahfuddin, siap siaga melibatkan personel secara keseluruhan yang tergabung dalam Tim Siaga Bencana Kota Mataram dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Mataram.

“Kalau saya inventarisir 10 OPD yang memiliki Satgas dengan rata-rata 50 personel saja, kan itu sudah 1.000 (orang) lebih personel yang siaga dalam rangka mengantisipasi bencana berserta peralatannya,” tutup dia. (zak)

Komentar

Berita Lainnya