TANJUNGPINANG–Sat Lantas Polres Tanjungpinang masih terus mencari siapa tersangka kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Zulkifli di Jalan Peralatan, Km 7 pada Rabu (9/2/2022) lalu.
Kabar terbaru, Satuan lalu Lintas Polres Tanjungpinang sudah menahan satu unit mobil Toyota Fortuner warna Hitam dengan nomor polisi BP 1302 XX. Mobil ini diketahui merupakan mobil dinas Wakil Walikota Tanjungpinang, Endang Abdulah.
Diduga mobil plat ptofit atau mobil plat baru ini yang merupakan mobil bernopol BP 2 T yang diduga menggilas korban yang akhirnya tewas.
Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP I Made Putra Hari Suargana, menyampaikan, kasus laka maut di Km 7 masih terus diselidiki.
“Mobil dinas Wawako Tanjungpinang kita amankan karena diduga terlibat dalam kecelakaan maut itu. Mobil dinas itu diamankan untuk proses penyelidikan,” jelas AKP I Made Putra, Rabu (16/2/2022).
Sementara Wawako Endang Abdullah, terkait diamankannya mobil dinasnya belum menyampaikan keterangan resmi. Bahkan, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan pun belum direspon.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemotor Zulkifli tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Km 7 Jalan Peralatan persis tepatnya di samping Pemakaman Umum Pusara Abadi pada Jumat (11/2/2022).
Menurut beberapa saksi yang ada di lokasi, mereka saat itu mendengarkan bunyi benturan keras saat korban sedang berusaha menyalip mobil di depannya. Diduga korban tersenggol dengan mobil yang akan didahului hingga motornya terbalik ke sisi kanan mobil yang disenggol.
Tiba-tiba, dari arah depan tiba-tiba datang mobil plat merah BP 2 T yang merupakan mobil dinas Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdulah. Diduga mobil dinas ini yang menggilas korban yang saat itu tergeletak di jalan. Korban sempat tergelatak sekitar 30 menit setelah digilas di TKP karena menunggu ambulan dan mobil polisi untuk dibawa ke rumah sakit.
Karena korban tidak kunjung diangkut ke rumah sakit, warga yang berada di TKP sempat marah-marah dan minta korban cepat dibawa ke rumah sakit dengan mobil dinas BP 2 T itu. Apalagi saat itu tangan korban masih bergerak-gerak dengan harapan keselamatannya bisa dibantu kalau lekas ditangani para medis.
“Saat itu korban masih hidup, tangannya masih bergerak-gerak,” ujar saksi mata di sekitar tempat kejadian. Setelah sekitar 30 menit, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Batu 8. Setibanya di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia.(len-ekzanews)










