oleh

STIA-PIQ Diharapkan Memproses Ulama Berilmu dan Dedikatif

JAKARTA –  Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumatera Barat diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi proses produksi ulama yang mendalami ilmunya sekaligus dedikatif untuk negerinya. Harapan itu disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com, grup siberindo.co.

“Dari tempat ini, kita harapkan akan lahir ahli-ahli Alquran yang mampu menerangi kehidupan keagamaan dan kebangsaan yang sejuk dan indah, dirajut dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” kata Menag saat peletakan batu pertama pembangunan Kampus II Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumbar, di Padang, Minggu (15/11/2020).

Menag melanjutkan, Indonesia dikenal dunia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah sepantasnya dan sepatutnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia.

“Karena Itu, kita berharap semoga kampus ini dapat berkontribusi menjadi pusat kajian, studi dan penelitian Alquran yang moderat dan mencerahkan,” kata Menag seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Kemenag.go.id.

STAI-PIQ Padang ini, menurut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, berdiri sejak tahun 1981 pada masa Gubernur Sumbar Azwar Anas, semula bernama Akademi Ilmu Alquran (AIQ) di Sumatera Barat. “Dan tahun 1994 menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumatera Barat,” tutur Gubernur.

Dikutip dari laman staipiq.ac.id, saat ini STAI-PIQ memiliki dua Program Studi yaitu Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IQT) dan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta dua Program Khusus yaitu Program Tahfizh dan Tafhim Alquran (TTQ) dan Program Ma’had ‘Ali lil Qur’an wa Sunnah.

Sebelum peletakan batu pertama pembangunan kampus II STAI-PIQ Padang, Menag bersama Gubernur Sumbar meninjau pembangunan asrama haji baru Sumatera Barat yang berada di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Asrama haji yang berada di jalur menuju Bandara Internasional Minangkabau dibiayai dengan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Saat ini, masih terlihat proses pembangunan gedung kantor dan masjid, dua bangunan lainnya asrama dan aula pertemuan sudah selesai. Akses jalan menuju asrama haji tampak mulus dengan lapisan aspal. (edy)

Komentar

Berita Lainnya