oleh

Perubahan Gelombang dan Air Pasang, Nelayan Tak Melaut

OKU SELATAN–Puluhan nelayan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, tepatnya di sekitaran perairan Danau Ranau, Kecamatan Banding Agung tidak berani melaut akibat cuaca buruk yang terjadi seminggu terakhir di November 2021 ini.

Para nelayan yang merasakan dampak anomali cuaca kali ini terpaksa tidak bisa beraktivitas mencari ikan karena perubahan gelombang dan air pasang akibat perubahan arah angin.

“Gangguan cuaca yang paling mengganggu itu yakni angin kencang. Sebab arus gelombang mengikuti arah angin,” kata Joni salah satu nelayan yang kerap mencari ikan di Danau Ranau, Sabtu (12/11/2021).

Joni menjelaskan, perubahan cuaca dengan hujan lebat dan angin kencang telah berlangsung sepekan terakhir bulan November ini dan membuat nelayan tak bisa melaut.

Baca Juga:   Banjarmasin Kembali Dilanda Air Pasang Hingga Memicu Banjir

Namun bagi nelayan kecil yang hanya menggantungkan hidup sebagian nelayan, dirinya memberanikan diri tetap beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan.

“Dengan kondisi seperti saat ini, hasil tangkapan sangat menurun, jauh berbeda dengan cuaca normal,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, dirinya dan nelayan lain terkadang mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

“Kalau cuaca buruk kami tidak melaut, kadang serabutan untuk mencari pendapatan,” terangnya.

Baca Juga:   Banjarmasin Kembali Dilanda Air Pasang Hingga Memicu Banjir

Ia juga mengatakan, cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang tinggi ini, biasanya akan berlangsung beberapa pekan ke depan.

Berprofesi sebagai nelayan, terutama untuk nelayan kecil kebanyakan tidak memiliki pekerjaan sampingan. Mirisnya, di saat cuaca buruk, sebagian nelayan terpaksa hanya bisa gigit jari melihat keadaan. (Ayik/Red)

Komentar

Berita Lainnya