oleh

Gaduh di GPII Menteng, Habiburokhman Turun Tangan

JAKARTA – Anggota DPR RI Habiburokhman turun tangan. Dirinya memaklumi jika polisi salah tangkap saat mengejar demonstran yang masuk ke Markas GPII di Menteng, Selasa (13/10) lalu.

Pernyataan itu ia sampaikan seusai meminta Polda Metro Jaya membebaskan 11 anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) yang ikut diciduk oleh polisi.

”Misalnya ada salah tangkap, ya kami bisa memaklumi, namanya pasukan di bawah itu kan pasukan penertiban,” kata Habiburokhman di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Baca Juga:   UU Cipta Kerja Didesain Melindungi Investor Jahat

Habiburokhman mengatakan, koreksi justru dilakukan setelah penangkapan yaitu memeriksa mana yang bersalah dan yang tidak.

Dia mengklaim bahwa 11 anggota PII itu tidak terlibat dalam demo Omnibus Law atau kerusuhan pada Selasa lalu.

”Kalau nggak bersalah ya tentu kita minta dibebaskan. Menurut saya masih dalam batas toleransi,” kata politikus Fraksi Partai Gerindra itu.

Menurut Habiburokhman, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana berjanji bakal memperbaiki infrastruktur yang rusak di Markas GPII saat terjadi kerusuhan.

Baca Juga:   Fadli Zon Sebut Ada yang Berupaya Meretas Password Twitternya

”Respons Pak Kapolda cukup memuaskan kami,” kata dia.

Habiburokhman berujar, sebelas anggota PII tersebut ditangkap di markas Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII), Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, pada saat demo 1310 WIB.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan polisi memasuki markas GPII untuk mencari massa dan perusuh.

Baca Juga:   Gerindra: Momentum Ini Tak Cukup Mengenang Jasa Para Pahlawan…

Sebelum polisi masuk ke kantor itu, massa melakukan aksi pembakaran ban dan penutupan jalan di kawasan Menteng.

”Petugas sudah mengimbau untuk segera dimatikan apinya karena mengganggu ketertiban masyarakat dan juga untuk membuka jalan itu. Imbauan tidak diindahkan sehingga petugas mencoba mendorong, dan mereka melarikan diri ke dalam Markas GPII,” kata Yusri di kantornya, Rabu (14/10). (oke/sep)

Komentar

Berita Lainnya