JAKARTA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) buka suara perihal beredarnya video Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek yang sedang membentak mahasiswa baru.
Rektor Unesa Nurhasan menyayangkan adanya kejadian tersebut yang dilakukan oleh panitia PKKMB di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Kini pihaknya telah mengevaluasi kegiatan itu.
“Kami bersama pimpinan kemahasiswaan dari Fakultas terkait telah memberikan evaluasi, sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Seluruh masalah akan diselesaikan kekeluargaan,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).
Pihaknya mengakui bahwa ada kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampusnya.
Kendati demikian ospek dilakukan untuk menambah pengetahuan mahasiswa baru terkait kehidupan kampus. Sehingga mahasiswa baru cepat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan budaya perkuliahan.
Namun, Nurhasan menegaskan hal itu diharapkan dapat berjalan tanpa kekerasan dalam bentuk apapun. Maka bisa dipastikan lingkungan institusi pendidikan aman dan kondusif.
“Unesa menjadikan ini sebagai catatan evaluasi penting yang diharapkan menjadi masukan, untuk perbaikan dalam pengelolaan kegiatan mahasiswa ke depan,” tutur Nurhasan.
Sebelumnya, kegiatan ospek Unesa menjadi buah bibir di jejaring sosial Twitter. Bahkan kejadian yang dilakukan oleh mahasiswa Unesa menjadi trending topic dengan 32,8 ribu cuitan.
Dalam kegiatan ospek scera daring terlihat para senior membentak seorang mahasiswi baru, lantaran tidak mengenakan ikat pinggang. Mahasiswi baru itu langsung bergeming dan mengucapkan maaf. Namun, senior itu tetap membentaknya. (aku/sam)











Komentar