Dewan Kristen Swedia dan publik dunia mengecam pembakaran kitab suci Alquran di Swedia baru-baru ini. Bahkan Indonesia pun memberikan warning agar kasus ini jangan sampai terulang lagi.
JAKARTA – Organisasi Kristen tersebut mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Denmark, sangat barbar.
”Serangan semacam itu mempertajam polarisasi antar masyarakat saat negara kami perlu membangun martabat dan hak setiap orang,” terang pernyataan 10 pendeta dalam rilis yang disampaikan, Selasa (15/9).
Sepuluh pendeta Kristen terkemuka dari negara Skandinavia tersebut, termasuk Uskup Agung Gereja Prostestan Antje Jackele, mengeluarkan sebuah pernyataan yang menentang aksi anti-Muslim.
Uskup agung, bersama pemimpin gereja lainnya, secara tegas hal ini patut mendapat kecaman dunia dan jelas-jelas di luar keyakinan umat agama mana pun.
Untuk diketahui Partai Garis Keras Denmark (Stram Kurs) anti-migran pada Kamis lalu membakar salinan kitab suci umat Muslim di Rinkeby, lingkungan yang mayoritas Muslim di Stockholm.
Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah aksi serupa di Kota Malmo, Swedia selatan. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah polisi terluka dan sedikitnya 10 orang diamankan.
Pihak Kepolisian melarang masuk ke Swedia pemimpin kelompok Rasmus Paludan selama dua tahun.
Persatuan Ulama Muslim Internasional, yang berbasis di Doha, bahkan mengecam aksi kekerasan tersebut. Turki dan Pakistan juga menyalahkan ekstremis sayap kanan di Swedia atas aksi Islamofobia mereka.
Indonesia sendiri mengecam keras rangkaian aksi pembakaran dan perusakan al-Quran di Swedia serta publikasi kembali karikatur Nabi Muhammad oleh Majalah Prancis Charlie Hebdo.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan tindakan tersebut telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia dan bersifat provokatif.
Dia juga menilai pembakaran dan publikasi kembali kartun Nabi Muhammad bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi.
Selain itu tindakan itu berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama di tengah dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi Covid-19.
”Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab,” kata Retno dalam konferensi pers virtual.
Sejumlah tindakan penistaan agama dalam beberapa hari terakhir beberapa negara di antaranya pembakaran Alquran oleh saat aksi demonstrasi kelompok politisi anti-Islam Denmark Rasmus Paludan di Swedia pada akhir Agustus lalu.
Selain itu, tindakan penistaan juga dilakukan oleh Majalah Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan kembali karikatur Nabi Muhammad.
Penerbitan itu dilakukan bertepatan dengan persidangan terkait penyerangan oleh kelompok ekstrimis karena karikatur itu pada 2015 lalu. (mas/bro)











Komentar