oleh

PDIP: Tidak Ada Relevansinya Ganti Nadiem Makarim dari Mendikbud

JAKARTA–Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyatakan tidak ada relevansi untuk mengganti Nadiem Makarim dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada perombakan kabinet.

“Saya tidak melihat urgensi dan relevansi untuk reshuffle Nadiem,” kata Andreas kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Menurut Andreas sebenarnya reshuffle kabinet kali ini tidak ada kaitan dengan kinerja Nadiem sebagai Mendikbud.

Baca Juga:   PDIP Senayan Minta Guru Honorer di Atas 35 Tahun Diangkat Jadi PNS

Andreas mengatakan perombakan kabinet saat ini berkaitan dengan penggabungan Kemenristek ke Kemdikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Lembaga terkait riset dan teknologi terapan akan berada di bawah koordinasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sementara riset terkait pendidikan oleh perguruan tinggi ada di bawah koordinasi Kemendikbud.

“Justru, Nadiem akan diberi tanggung jawab tambahan yaitu mengoordinasi riset pendidikan,” ucapnya.

Baca Juga:   PDIP Anggap Anies Tak Bijak Bandingkan Kerumunan Massa Rizieq dengan Pilkada

Andreas melihat kinerja Nadiem selama ini bagus. Bahkan, menurutnya, Nadiem sedang mempersiapkan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan lewat sejumlah programnya.

“Dengan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan peningkatan status guru-guru honorer,” tutur Andreas.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi akan melantik menteri baru di posisi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek).

Baca Juga:   Sudah Pensiun, Jenderal Gatot Sebaiknya Lebih Rendah hati 

Ngabalin juga menyampaikan akan ada menteri baru untuk jabatan Menteri Investasi. Menurutnya, menteri itu akan merangkap jabatan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (*)

Komentar

Berita Lainnya