oleh

Yahukimo Mencekam, Unjuk Rasa Berujung Rusuh, Dua Warga Tewas

JAYAPURA – Unjuk rasa menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (15/3/2022) berakhir rusuh.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, massa yang membubarkan diri, tiba-tiba merusak dan membakar rumah toko (ruko).

Massa pun menyerang personel kepolisian yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Pelaksanaan orasi berjalan lancar, namun saat selesai melaksanakan orasi inilah yg terjadi gesekan,” kata Kapolda.

Situasi tambah panas oleh adanya provokasi sehingga masyarakat lain melakukan aksi-aksi terhadap bangunan ruko di sekitar kantor Kominfo.

Dikabarkan dua orang dikabarkan tewas akibat tertembak saat pembubaran massa oleh aparat keamanan.

Baca Juga:   69 Lulusan FKIP Unima Manado Wisuda Virtual di Nabire Papua

Sementara dua orang lainnya, juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena tembak. Keduanya dilarikan ke pelayanan kesehatan setempat.

Berdasarkan informasi, dua orang pengunjuk rasa yang tewas bernama Yakob dan Erson.

Yakob Dell (30) mengalami luka tembak pada pada ketiak bawah bagian kanan, sedangkan Erson Weibsa (20) mengalami luka tembak pada punggung kiri.

“Seorang anggota Polres Yahukimo dilaporkan terluka yakni Briptu Muhammad Aldi,” kata Irjen Fakhiri di Jayapura.

Sementara dua orang yang terluka masing-masing Itos Itlay, mengalami luka tembak pada paha kiri, dan Luki Kobak, mengalami luka tembak pada paha kanan.

Baca Juga:   Pelamar Bintara Polri Membludak di Kaimana

Peristiwa ini bermula dari aksi unjuk rasa oleh masyarakat setempat yang menolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Provinsi Papua.

Aksi unjuk rasa itu berujung rusuh lantaran diduga terjadi pelemparan batu terhadap aparat keamanan.

Pelemparan batu itu kabarnya dibalas oleh aparat dengan tembakan peringatan. Namun sayangnya jatuh korban, diduga akibat terkena tembakan.

Situasi di Kabupaten Yahukimo berangsur kondusif. Pembakaran terjadi terhadap Kantor Dinas Kominfo Yahukimo dan ruko serta sejumlah rumah warga di seputaran Distrik Dekai.

Sejumlah masyarakat dikabarkan mengungsi ke Polres Yahukimo untuk mencari perlindungan.

Aksi demo awalnya berlangsung aman. Namun, tiba-tiba para pedemo melakukan aksi perusakan dan membakar ruko yang ada di sekitar kantor Kominfo Yahukimo sehingga polisi bertindak tegas.

Baca Juga:   Kejagung Telusuri Dugaan Keterlibatan Willem Wandik di Korupsi Bansos

“Aparat keamanan harus mengambil tindakan tegas guna menyelamatkan masyarakat lainnya, termasuk yang berada di ruko yang dibakar,” kata Kapolda.

Apalagi, ujarnya, aksi pembakaran yang dilakukan tersebar di beberapa lokasi.

Fakhiri mengaku belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan KNPB dalam aksi tersebut atau tidak.

Meski, dilaporkan banyak di antara pedemo yang menggunakan seragam KNPB.

“Diduga ada provokator hingga menyebabkan pedemo melakukan aksi anarkistis, tetapi, siapa dalangnya masih diselidiki,” katanya. (*/Sinerindo.co)

dari berbagai sumber

Berita Lainnya