oleh

Kapal Pompong Tenggelam, Enam Penumpang Tewas, Ini Penyebabnya

PEKANBARU – Sebuah kapal kayu bermotor (pompong) mengalami kecelakaan di Sungai Kampar, Riau, Minggu (13/2/2022). Akibatnya, enam penumpang tewas.

Kapal itu kecelakaan siang sekitar pukul 13.00 WIB lalu karam di Sungai Kampar, Teluk Maranti Pelalawan, Riau.

Saat tenggelam, kapal itu mengangkut 14 karyawan sebuah perusahaan. Korban selamat ada 7 orang dan korban meninggal 6 orang.

Ada dugaan, kapal bocor sementara penumpang dan barang yang dangkut melebihi kapasitas.

Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Edy Harianto mengatakan, evakuasi dilakukan personel Satpolair Polres Pelalawan dan masyarakat setempat.

Baca Juga:   Gempa Pariaman Barat: Setidaknya Tiga Orang Tewas dan 30-an Cedera

“Laporan malam ini semua korban sudah ditemukan. Sudah dievakuasi Satpolair dan masyarakat,” kata Edy.

Edy mengatakan, belum diketahui pasti penyebab kapal karam hingga menelan 6 korban jiwa. Sebab seluruh korban masih belum bisa dimintai keterangan.

“Penyebabnya masih kami selidiki. Mengingat penumpang yang selamat masih belum bisa dimintai keterangan,” katanya.

Enam korban tewas dalam tragedi itu dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Baca Juga:   Bentrok Maut di Sorong: 17 Korban Tewas adalah Awak Band, Penyanyi, Penari dan DJ

Kapal naas tersebut membawa 12 penumpang dan satu orang nahkoda saat menyeberangi Sungai Kampar.

Kapal karam dan terbalik mengakibatkan semua penumpang terjatuh ke sungai hingga enam di antaranya meninggal karena tenggelam.

Semua korban tewas dan selamat dievakuasi ke Puskesmas Teluk Meranti. Para korban tewas kemudian dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan.

Menurut Camat Teluk Meranti, Zakirman, korban kapal karam itu dikebumikan di Rantau Baru Kecamatan Bandar Seikijang dan ada yang dibawa ke kampung halamannya.

Baca Juga:   Tabrakan Perahu dan Kapal Motor Tewaskan Seorang Penumpang

“Ada sebagian korban di bawa ke Bandar Seikijang dan ada yang ke Medan. Dikebumikan di sana,” kata Camat Zakirman, Senin (14/2/2022).

Ia menerangkan, sebenarnya pemerintah kecamatan dan warga setempat sempat menawarkan kepada pihak keluarga agar para korban dikebumikan di Teluk Meranti.

Bahkan masyarakat telah menyiapkan lahan pekuburan bagi korban kapal tenggelam itu. Namun, keluarga para korban memutuskan membawanya. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya