oleh

Dua Warga Ditemukan Meninggal Dalam Timbunan Tanah

NGANJUK–Dua warga yang menjadi korban tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timut ditemukan meninggal dunia saat pencarian oleh petugas pada Minggu (14/2) malam.

“Korban semalam itu yang ditemukan empat, dua orang masih hidup dan dua orang meninggal dunia tertimbun tanah longsor,” kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Nganjuk Aris Trio Effendi di Nganjuk, Senin, dilansir Antaranews.

Musibah itu berawal dari hujan deras yang melanda Kabupaten Nganjuk, Minggu petang. Tanah longsor terjadi di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, dan menimpa rumah warga.

Dalam musibah itu, selain terdapat beberapa rumah warga tertimpa material tanah longsor, sebanyak 20 orang hilang.

Baca Juga:   69 Korban Banjir Bandang di Adonara Ditemukan Meninggal

Aris mengatakan dengan data 20 orang tersebut dan berhasil ditemukan empat orang, saat ini petugas masih mencari sisanya sebanyak 16 orang. Petugas mencari dengan mendatangkan alat berat.

“Saat ini alat berat sudah mulai perjalanan ke lokasi. 16 orang masih belum ketemu,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa di lokasi itu sebenarnya sudah terjadi patahan dari sisa tanah longsor tahun-tahun sebelumnya. Lokasi itu di areal perbukitan dan banyak rumah penduduk.

Hujan deras melanda Kabupaten Nganjuk pada Minggu mulai siang hingga malam menyebabkan Banjir besar di areal wilayah kota serta tanah longsor di Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk tersebut.

Baca Juga:   Dua dari Tiga Pemudik yang Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal

Akibat tanah longsor itu, ada sekitar 13 unit rumah warga rusak terkena tanah longsor. Kerusakannya ada yang cukup parah, termasuk hanya tinggal setengah rumah yang kondisinya masih bagus.

“Informasi sementara total dari gambaran yang terkena itu kurang lebih ada 13 rumah tertimbun. Ada yang rusak setengahnya saja,” katanya.

Untuk jumlah warga yang mengungsi, ia mengatakan juga naik turun. Saat ini terdata 160 orang mengungsi karena rumah mereka rusak akibat tanah longsor. Sementara untuk yang dirawat petugas medis ada sekitar 14 orang.

Baca Juga:   Dua dari Tiga Pemudik yang Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal

Hingga kini, petugas masih mencari korban yang diduga tertimbun tanah longsor itu. Selain dari Tagan Nganjuk, tim pencari juga dari TNI serta para relawan lainnya, demikian Aris Trio Effendi.

Selain tanah longsor, Banjir juga melanda sejumlah daerah di Kabupaten Nganjuk. Bahkan, ketinggian air hingga sekitar 1 meter.

Akibat kejadian itu, beberapa desa di Nganjuk terkena banjir, seperti di Kelurahan Ploso, Jatirejo, Payaman di Kecamatan Nganjuk, lalu Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret.

Warga yang daerahnya terkena Banjir cukup tinggi juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hingga kini, air masih menggenang. (*)

Komentar

Berita Lainnya