DENPASAR – Kesenian ini disebut Burcek. Ia merupakan kolaborasi seni Burdah dan Cekepung dari Kabupaten Karangasem, Bali.
Burcek sempat menarik perhatian saat ditampilkan dalam dialog Penguatan Moderasi Beragama Menyambut Tahun Toleransi 2022 di Kanwil Kemenag Bali, Jumat (14/01/2022).
Kesenian tradisional Burcek ini dibawakan delapan pria Hindu Bali dan delapan pria muslim yang mengenakan peci dengan pakaian teluk belanga hitam.
Rebab, rebana dan seruling tradisional Bali menjadi musik pengiring penampilan Burcek.
Seni tradisi ini tampil di hadapan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kakanwil Kemenag Bali Komang Sri Marheni, Ketua FKUB, majelis agama di Bali, dan para penyuluh dan KUA se Bali.
Bait dan lirik bahasa Bali yang ditampilkan dalam Seni Burcek sangat kental dengan nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
Ada lirik yang sangat jelas disuarakan oleh 16 seniman Burcek, yaitu negara kesatuan NKRI harga mati.
Burcek merupakan tari kolaborasi antara seni burdah dari unsur Islam melayu dan seni Cekepung dari unsur Hindu Bali yang ada di Kabupaten Karangasem.
Seni Burcek menjadi jalan kebersamaan dalam perwujududan toleransi beragama yang sudah terbangun dan terwariskan hingga kini.
Menurut Kakanwil Kemenag Bali Komang Sri Marheni, Burcek menjadi salah satu ikon Moderasi Beragama dari kearifan lokal yang terus dilestarikan di Bali.
Tari Burcek yang dikembangkan di Karangasem jadi bukti nilai-nilai moderasi telah lama diwariskan para leluhur.
“Dan saat ini, Kanwil Kemenag Bali aktif menumbuhkan kembali kearifan lokal yang sarat dengan nilai Moderasi Beragama,” kata Komang Sri Marheni.
Tampak hadir mendampingi Menag, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama, di antaranya Adung Abdul Rochman, Nuruzzaman, Wibowo Prasetyo, Hasan Basri, Abdul Qodir, dan Hasanuddin.
Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, masyarakat Provinsi Bali siap menyukseskan Tahun Toleransi 2022 yang diinisiasi Kementerian Agama.
“Mari kita bersama-sama menyukseskan Tahun Toleransi 2022 sehingga menunjukkan Bali sebagai provinsi yang memiliki tingkat toleransi antar umat beragama yang tinggi,” kata Wakil Gubernur Bali.
Ia berharap keindahan Pulau Bali yang jadi salah satu destinasi wisata dunia dapat memberi kontribusi positif dalam menyambut toleransi 2022.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang sudah datang ke Bali dan ikut mempromosikan Bali. Keberhasilan pembangunan kehidupan bergama sangat menentukan bangsa ini ke depan,” kata Wagub Bali. (*/Siberindo.co)
Sumber: kemenag.go.id










