oleh

Ribuan Warga Mengungsi, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi

MAJENE – Gempa yang mengguncang Majene-Mamuju dan sekitarnya, Kamis-Jumat (14-15/1/2021), merusak sejumlah bangunan, menewaskan, mencederai puluhan orang.

Ribuan warga mengungsi, ke tempat-tempat yang mereka anggap aman. Mereka memilih lokasi-lokasi tak jauh dari kediamannya.

Data sementara menyebutkan, di Majene, gempa merusak lebih dar 62 rumah, satu unit Puskesmas dan satu kantor Danramil.

Baca Juga:   Seorang Warga Tanam Ratusan Pohon Pisang di Lapangan Bola Desa

Pihak BPBD Majene menginformasikan gempa memicu longsor di tiga titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju, sehingga menyebabkan akses jalan terputus.

Hingga berita ini diunggah, petugas masih menyisir lokasi terdampak gempa guna mengevakuasi korban.

Merespons kondisi ini, BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian.

Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.

Baca Juga:   Tersangka Kasus Korupsi Rp 8,9 Miliar Diserahkan tapi Tak Dikurung di Tahanan

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama lima hingga tujuh detik.

Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) membuat para warga panik. Kepanikan membuat mereka keluar rumah.

Hal serupa dirasakan warga Kabupaten Polewali Mandar. BPBD setempat menginformasikan gempa dirasakan warga cukup kuat sekitar 5 hingga 7 detik.

Baca Juga:   Cabuli Anak Kandung, Seorang Nelayan di Majene Ditangkap Polisi 

Berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) gempa 6,2 Skala Richter (SR) ini, memicu guncangan tingkat IV – V pada skala MMI di Majene.

Skala Mercalli merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa, selain skala Richter yang lebih dahulu biasa digunakan. (*)

Komentar

Berita Lainnya