POLMAN– Sejumlah hotel dan rumah kost di wilayah Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dirazia petugas Tim Gercep (Gerakan Cepat).
Tim gabungan ini terdiri atas personel TNI-Polri, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Wonomulyo dan Kelurahan Sidodadi.
Dalam razia ini, petugas menjaring dua remaja perempuan, yang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Kedua remaja wanita tersebut masing-masing berinisial LS (14 tahun) dan CC (17 tahun).
Keduanya mengaku bersepupu dan baru sepekan tinggal di rumah kost. Keduanya berdalih sedang mempersiapkan diri, mendaftar pada salah satu sekolah di daerah ini.
Saat petugas menggeledah kamar kedua remaja ini, ditemukan sebotol minuman keras. Keduanya juga tampak di bawah pengaruh minuman keras.
Dugaan kedua remaja wanita ini adalah PSK, diperkuat temuan petugas dalam telepon genggam milik CC, berisi percakapan melalui pesan singkat, sedang menawarkan diri pada lelaki hidung belang.
“Apalagi saat handphone mereka kami periksa, ditemukan bukti percakapan melalui pesan singkat, mereka sedang menawarkan diri kepada orang lain,” kata anggota Satpol PP Kecamatan Wonomulyo, Yudi, Minggu (11/07/2021).
Menurut Yudi, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, terungkap profesi PSK telah lama digeluti CC dan telah sering menerima tamu pria hidung belang. Sedangkan LS baru beberapa kali.
“CC mengaku sudah lama menjadi PSK, dengan tarif 300 ribu rupiah sekali kencan. Sedangkan LS baru. Saat terjaring, LS sedang menunggu jemputan,“ katanya.
Lurah Sidodadi, Abd Azis Bande mengatakan, sebagai langkah penanganan awal, kedua remaja yang diduga berprofesi sebagai PSK tersebut, langsung didata dan dibina, agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.
“Saat ini tindakan kami hanya sebatas pembinaan, mengedukasi supaya mereka bisa sadar, bahwa apa yang merela lakukan sangat tidak baik, melanggar aturan agama dan negara,“ ujar Azis.
Azis mengaku akan menggelar razia secara rutin, untuk mengantisipasi terjadinya segala bentuk tindakan yang meresahkan warga di daerah ini.
Melalui operasi seperti ini, pihaknya ingin menghilangkan hal-hal negatif yang sering terjadi di masyarakat.
Razia yang dipimpin Sekcam Wonomulyo, Samiaji SSos, dimulai Sabtu malam (10/7/2021) hingga Minggu dini hari (11/7/2021).
Razia juga menyasar tempat berkumpulnya muda-mudi, salah satunya alun-alun Kecamatan Wonomulyo.
Tidak sedikit muda-mudi yang langsung melarikan diri saat menyadari kedatangan petugas. (thaya/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar