oleh

Umat Hindu dan Buddha Bersyukur, Sekarang Candi-candi Boleh Dipakai untuk Ini

YOGYAKARTA – Candi Prambanan bersama Borobudur, Mendut, dan Candi Pawon disepakati dapat dimanfaatkan untuk kegiatan umat Hindu serta umat Buddha Indonesia dan dunia.

Menyambut kesepakatan itu, umat Hindu menggelar sembahyang syukur di Candi Prambanan.

Sedangkan umat Buddha menggelar puja bakti di Candi Sewu, Jumat (11/2/2022)

“Kani mengadakan sembahyang puja bakti sebagai wujud syukur atas ditandatanganinya kesepakatan  candi Buddha bisa dijadikan tempat religi bagi umat Buddha Indonesia dan dunia,” kata Rohaniwan Buddha Banthe Badra Palo di Candi Sewu, Jumat (11/2/2022).

Di Prambanan, umat Hindu menghaturkan pejati dan dipimpin oleh Romo Mangku di tiga candi utama yaitu Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu.

Baca Juga:   Tawur Agung Kesanga Nyepi, Wamenag: Jadikan Agama sebagai Sumber Inspirasi

Sembahyang bersama di depan Candi Siwa menjadi penutup rangkaian upacara Angayubagia.

Mengenakan pakaian adat sembahyang Bali dan Jawa, umat Hindu yang hadir melantukan kidung-kidung suci khas jawa dan menggelar ritual pembersihan Candi.

Plt Ditjen Bimas Hindu Komang Sri Marheni menyampaikan, Nota Kesepakatan pemanfaatan candi bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi umat Hindu dalam melakukan peribadatan di sana.

“Sebelumnya, untuk dapat melakukan ibadah kami harus mengajukan izin. Dan biasanya baru kita dapat H-1 atau H-2 sebelum acara. Ini kadang membuat kita khawatir, apakah mendapat izin atau tidak. Tapi sekarang tidak lagi,” ujar Komang.

Baca Juga:   KMHDI Dorong Ada Representasi Umat Hindu di Kabinet Prabowo-Gibran

Namun ia mengingatkan umat Hindu agar turut menjaga kelestarian candi dalam melakukan ritual keagamaan.

Ketaatan protokol kesehatan, lanjut Komang, juga menjadi hal yang harus diperhatikan umat Hindu saat menggelar ritual peribadatan di masa pandemi ini.

“Kini kami sudah diperkenankan menggunakan dan memanfaatkan Candi Prambanan untuk kegiatan keagamaan baik nasional maupun internasional,” tutur Komang.

Hal senada disampaikan Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana.

Umat Hindu harus selalu menempatkan mindset bahwa Candi Prambanan sebagai milik bangsa Indonesia.

“Candi puniki druwen jagat, candi ini milik Indonesia, milik bangsa, jangan sampai kita berpikir ini hanya milik umat Hindu saja,” ungkap Ari.

Baca Juga:   Kemenag: Jaga Kelestarian Candi Borobudur dan Tebar Dharma bagi Umat Manusia

Sementara itu Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz mengajak seluruh umat Hindu untuk terus menjaga spirit yang dibangun di Candi Prambanan yaitu semangat perdamaian.

Upacara Angayubagia menjadi upacara pertama yang dilaksanakan pasca ditandatanganinya Nota kesepakatan pemanfaatan Candi Prambanan untuk kepentingan umat Hindu di Indonesia dan Dunia.

Menurut rencana, ada sejumlah upacara yang akan digelar dikawasan Candi Prambanan sebagai bagian dari membangun spiritualitas candi.

Di antaranya, upacara Tawur Agung Kesanga, Upacara Abhiseka Candi Prambanan dan Upacara Mahasiwalatri secara Internasional. (*/Siberindo.co)

Sumber: kemenag.go.id

Berita Lainnya