oleh

Manfaatkan Sampah Rumah Tangga, Fatayat NU Gelar Pelatihan Hidroponik

BENGKULU–Tanaman hidroponik sepertinya sudah tak asing lagi bagi sebagian masyarakat. Meskipun sudah tak asing nyatanya masih banyak masyarakat awam yang belum mengatahui cara penanaman hidroponik tersebut.

Sebagai pemberi wadah Pimpinan Wilayah Fatayat NU Bengkulu mengadakan pelatihan penanaman dengan media hidroponik.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program kerja dari bidang kesehatan dan lingkungan hidupyang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi sosial masyarakat pasca pandemi Covid-19, Jumat (11/2/2022).

Selain membahas tentang penanaman dengan media air juga diajarkan bagaimana cara pembuatan pestisida alami yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan ditemukan di dapur.

Selain menjadi pestisida, larutan yang dihasilkan juga dapat dijadikan sebagai hormone pertumbuhan yang memiliki fungsi mempercepat pertumbuhan tanaman dengan cara disemprotkan secara rutin.

Setelah menjelaskan tentang bagaimana pembuatan pestisida alami, kemudian dilanjutkan dengan praktek hidroponik.

Pada penanaman menggunakan media hidroponik sendiri terdapat 3 tahap utama, yang pertama yaitu semai kemudian pindah tanam dan yang terakhir tahap panen.

Untuk tahap awal ini kita lakukan semai terlebih dahulu kemudian untuk minggu depan kita cek kembali untuk melakukan pindah tanam hingga ke tahap panen.

Adapun tanaman yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kangkung dan pakcoy, kata Resi Julita, M.Pd selaku pemateri dari pelatihan tersebut.

Disampaikan Ketua Wilayah Fatayat NU Fatrica Syafri M Pd, kami mencoba bekerja sama dengan ibu-ibu Rw 09 Kelurahan Betungan untuk mendaur ulang semua sampah rumah tangga seperti botol-botol bekas, toples-toples bekas dan plastik bekas yang bisa dijadikan sebagai wadah penanaman sayur hidroponik.

Penanaman hidroponik ini tanpa pupuk jadi sangat sehat dan aman untuk di konsumsi yang kemudian bisa dijual dan menjadi pemasukan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga di masa pandemi sekarang ini, dan setelah ini kami akan lanjutkan dengan berbagai program seperti bank sampah, merubah jelantah jadi emas, dan program-program lainnya.

Pelatihan  ini ada 24 orang semuanya ibuk-ibuk. Ibuk-ibuk yang menjadi peserta pelatihan ini datang dari 6 Rt dari Perumahan Bumi Ayu Recidence. “Kita kegiatannya di rumah buk RT 53, ibu Rt 53 mengundang Rt yang lain dan membawah peserta dari Rt masing masing. Kedepan kami berharap kegiatan ini bisa tetap berlanjut dan diteruskan oleh masing-masing ibu Rt yang membagikan ilmunya kepada ibu-ibu yang lain,” kata Fatrica.

Sementara itu Ibu Lurah Betungan Surya Repelita menyambut baik kegiatan pelatihan dari fatayat NU ini, dan berharap kegiatan ini berlanjut dengan program-program selanjutnya supaya bisa mengajarkan kepada  ibu-ibu ini untuk menjaga lingkungan, dan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi barang-barang bernilai dan juga dapat menguntungkan dari segi ekonomi.

(Bengkulutoday.com)

Berita Lainnya