WAISAI – Ketersediaan listrik masuk desa atau desa berlistrik di Indonesia, termasuk di daerah Kabupaten Raja Ampat, murni program Pemerintah Pusat lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Program yang disebut Nawacita itu merupakan visi Presiden Joko Widodo agar desa/kampung di seluruh Indonesia teraliri listrik.
“Program ini diturunkan agar Indonesia terang, Papua terang, dan terlebih khusus Raja Ampat terang. Namun, tidak terlepas dari koordinasi antara Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah dan juga keterlibatan pemerintah kampung,” kata Manajer Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Waisai Frits N Rahakbauw di kantornya, Waisai, Jumat (13/11/2020), seperti dikutip dari www.klikpapua.com grup siberindo.com.
Lanjut Frits, program Nawacita itu benar-benar adalah visi dari Presiden Jokowi dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) secara teknis melaksanakan pengoperasian listrik di kampung-kampung di Raja Ampat.
“Kita sudah lihat sebagian besar kampung-kampung di Raja Ampat dialiri listrik. Ini merupakan peran Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, sampai pemerintah kampung. Jika pemerintah daerah tidak mengusulkan ke pusat otomatis tidak dibangun, karena daerahnya tidak terpilih,” jelasnya.
Raja Ampat sangat beruntung karena dari 117 kampung yang kini sudah dialiri listrik berjumlah 47 kampung, dan yang beroperasi berjumlah 43 kampung.
“Saya dapat luruskan, mungkin saja lewat usulan maupun permohonan dari Pemda Raja Ampat secara lisan ataupun tertulis kepada Pemerintah Pusat untuk diperhatikan, maka dikakukan survei sampai dengan pembangunan,” terangnya.
Ia juga mengaku bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan survei dan perencanaan pembangunan melainkan ada bagian khusus yaitu Unit Pengembangan Pembangunan Kelistrikan (UP2K) berdasarkan data yang dimasukkan Pemda.
“Jadi, ULP Waisai tidak punya kewenangan melakukan survei dan perencanaan untuk pembangunan, tapi kami pada dasarnya hanya mengoperasikan setelah semuanya terbangun,” tutup Frits. (djw)











Komentar